Trenggalek, Memox.co.id
Pelaksanaan Pemilu 2019 yang diselenggarakan pada 7 April 2019 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Sebab pelaksanaan Pemilu tahun ini berjalan lancar, aman, transparan dan demokratis.
Juga keterbukaan serta transparansi KPU, pada tahapan pemungutan suara yang telah menyelesaikan proses pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat KPU kabupaten pada 29-30 April lalu, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak termasuk Ketua MUI dan FKUB Kabupaten Trenggalek.
Ketua MUI Kabupaten Trenggalek KH. Dr Syafi’i mengapresiasi kinerja KPU yang telah melaksanakan tahapan Pemilu 2019 berjalan secara adil, jujur dan transparan. “Kami sangat mengapresiasi kinerja KPU yang telah melaksanakan Pemilu 2019 secara adil, jujur dan transparan. Selain itu juga mengapresiasi kepada masyarakat Trenggalek yang senantiasa menjaga kondusifitas selama pelaksanaan Pemilu 2019, sehingga di Trenggalek berjalan aman, tertib dan lancar,” ucapnya, Rabu (8/5/2019).
Disampaikan KH.Dr Syafi’i, pelaksanaan Pemilu tahun ini sudah berjalan sesuai rencana lancar dan kondusif. Dan menurutnya hal itu merupakan kunci sukses penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Trenggalek. Ia juga mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk tetap tenang dan sabar menunggu hasil keputusan KPU pada tanggal 22 Mei mendatang.
“Untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menghormati hasil rekapitulasi yang telah dilaksanakan KPU. Proses Pleno tingkat kabupaten sudah berjalan dengan sangat transparan, jujur, adil dan demokratis. Kami juga berharap hal ini bertahan sampai proses Pleno tingkat Provinsi dan pusat nantinya” tuturnya.
KH.Dr Syafi’i juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Trenggalek untuk tetap menjaga kerukunan dan perdamaian serta menjalin silaturahmi, meski terdapat perbedaan pilihan saat Pemilu.
“Mari kita tetap menjaga kerukunan, rasa persatuan dan persaudaraan, hindari hal-hal yang berbau isu provokatif yang dapat memecah persaudaraan kita. Dan jangan sampai hanya karena perbedaan pilihan terus menjadi pemicu keretakan kerukunan di tengah masyarakat ,” harapnya.
KH Dr Syafi’i juga menyarankan, jika ada yang keberatan dalam penyelenggaraan Pemilu, sebaiknya diselesaikan secara hukum dengan proses yang telah diatur dalam undang-undang.
Terpisah Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Trenggalek KH Ma’shum mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh warga masyarakat dan aparat keamanan khususnya KPU pelaksana Pemilu 2019 yang telah terselenggara dengan aman damai dan kondusif.
Pihaknya juga menyatakan menolak inkontistusional dan kekerasan, anarkis kepada pentaatan Pemilu 2019. “Kepada masyarakat, saya himbau untuk bersabar dan tetap tenang menunggu hasil resmi keputusan KPU nanti pada 22 Mei 2019. Mari kita bersatu kembali dan jaga kerukunan untuk berbangsa dan bernegara yang tercipta Negara Republik Indonesia,” himbaunya.
Sementara menurut Ketua KPUD Trenggalek Suripto, dalam rekapitulasi penghitungan suara di Kabupaten Trenggalek pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomer urut 01 Joko Widodo dan Makruf Amin mendapat suara sebanyak 351.869 suara.
Sedangkan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiago Uno mendapat suara sebanyak 105.036. “ Untuk suara yang tidak sah di Trenggalek sebanyak 13.480 suara,’’ pungkas Suripto (fal/jun)
Pelaksanaan Pemilu 2019, Mendapat Apresiasi Dari Berbagai Kalangan






