Koperasi Desa di Bondowoso Diperkuat dengan Kendaraan Operasional

Koperasi Desa di Bondowoso Diperkuat dengan Kendaraan Operasional
Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid bersama Kasdim 0822 Mayor Teguh Heri Wignyono saat menghadiri acara penyerahan simbolis kendaraan operasional KDKMP di Pendopo RBA. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai merealisasikan penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui distribusi kendaraan operasional bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebanyak lima unit truk diserahkan untuk menunjang aktivitas koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Kamis (23/4/2026).

Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, menyampaikan bahwa KDKMP memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Ia menyebut koperasi tidak hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian dan pemerataan kesejahteraan.

“Melalui koperasi, kita dorong tumbuhnya usaha bersama, memperluas akses permodalan, serta menciptakan distribusi ekonomi yang lebih adil dan merata,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan kendaraan operasional ini bukan sekadar dukungan fisik, melainkan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan efektivitas layanan koperasi kepada masyarakat. Dengan adanya armada tersebut, diharapkan mobilitas pengurus semakin optimal dan jangkauan pelayanan kian luas.

“Fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat aktivitas ekonomi desa serta meningkatkan kinerja koperasi dalam melayani anggota dan masyarakat,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya pengembangan potensi lokal sebagai fondasi ekonomi berkelanjutan. Ia menyebut setiap desa memiliki keunggulan yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, UMKM, kerajinan hingga pariwisata.

“KDKMP harus mampu menjadi wadah pengelolaan potensi desa secara profesional, inovatif, dan berorientasi pada nilai tambah,” tambahnya.

Pihaknya, mengingatkan bahwa kearifan lokal merupakan kekuatan ekonomi yang perlu dijaga dan dikembangkan. Produk berbasis budaya dan tradisi dinilai tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mencerminkan identitas daerah.

“Koperasi memiliki peran penting sebagai penghubung antara potensi lokal dengan pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Dirinya pun berharap seluruh pengurus KDKMP dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung transparansi, serta berorientasi pada kesejahteraan anggota.

“Jadikan koperasi sebagai pilar ekonomi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.(rif/syn)