Bondowoso, Memox.co.id – Menjelang Pilkada serentak tahun 2024, belum ada Parpol yang terang-terangan yang menjagokan kadernya merebut P1 dan P2 (Istilah Bupati dan Wakil Bupati). Hanya PDIP saja yang berani buka suara, Selasa (18/01/2022).
Pada Pilkada tahun 2018 lalu, PDIP berkoalisi dengan PPP dan didukung sejumlah Parpol non-parlemen. Dan berhasil menumbangkan rival beratnya. Yang mengantarkan Drs. KH. Salwa Arifin sebagai Bupati, Ketua MP PPP dan H. Irwan Bachtiar Rahmat sebagai Wabup.
Dalam keterangannya Irwan Ketua DPC PDIP mengatakan, dalam Pilbup mendatang, pihaknya akan lebih cermat memilih Parpol yang akan digandengnya. “Komitmen yang paling penting, sehingga tidak ada dusta diantara kita.” Atau sebagai pertanda, bahwa Pilbup mendatang, PDIP tidak menggandeng PPP lagi. Wallahu a’lam bisasawab.
Pastinya PDIP akan tetap mencalonkan kader terbaiknya dalam Pilbup mendatang. Oleh karena itu, Parpolnya terus melakukan evaluasi, agar tidak salah lagi dalam memilih sparing partner.
Tidak hanya kami juga sudah mendapat informasi terkait dugaan jual-beli jabatan di tubuh Pemkab. Kalau informasi tersebut betul, perbuatan itu sangat bertentangan dengan nurani PDIP. Lebih baik berkolaborasi dengan preman yang sudah bertaubat, dibanding bergandeng tangan dengan tokoh agama, tapi prilakunya seperti preman. Dan realita ini tampaknya sedang terjadi di Bondowoso.
Dugaan jual-beli jabatan yang diungkapkan Wabup mendapat tanggapan serius dari Bupati LSM LIRa (Lumbung Informasi Rakyat), Ahroji, SH. yang menegaskan sebagai pendukung SABAR (Salwa-Irwan), kalau Wabup punya bukti dugaan jual beli jabatan segera laporkan KPK. “Jika tidak, maka jika mengetahui ada perbuatan melawan hukum tapi tidak melaporkan, secara hukum dinilai ikut membantu atau turut serta dalam perbuatan melawan hukum,” jelasnya. (sam/mzm)
