Lumajang, Memox.co.id– Kelompok yang mengatasnamakan Laskar Bineka Kabupaten Lumajang, menggelar aksi demo atas kasus pelemparan sesajen, di depan kantor DPRD Lumajang.Sebelum melakukan dialog dengan dewan, mereka melakukan orasi budaya, Selasa (18/01/2022).
Sebagai Ketua Laskar Bineka Mansur Hidayat,menyampaikan, perbuatan merusak sesajen tidak mencerminkan sebagai keberagaman budaya yang ada di Indonesia. “Kita akan kawal kasus ini sampai tuntas dan meminta penendang sesajen diadili di Lumajang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Lumajang H. Akhmat, di lokasi tempat aksi, menyampaikan, apa yang diharapkan menjadi keinginan para pendemo akan dikabulkan.
“Tidak ada alasan untuk menolak satu poin pun dari apa yang disampaikan dan menjadi tuntutan kawan-kawan semuanya. Intoleran tidak boleh berkembang di Lumajang. Betul-betul tidak berkembang di Indonesia. Apalagi, misalkan ada yang mencoba untuk memecah-belah masyarakat Lumajang, maka kami akan berdiri di belakang saudara-saudara. Bahkan akan berdiri di depan”, ujarnya.
Sebelum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lumajang, memberikan sambutan, perwakilan demonstran membacakan tuntutan. Bahwa pada hari Sabtu, 9 Januari 2022, telah terjadi peristiwa pelemparan sesajen oleh seseorang, di Dusun Sumbersari Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Peristiwa ini menimbulkan ketersinggungan berbagai elemen bangsa seperti para pemangku adat, pegiat budaya, seniman sampai leluhurnya dilecehkan begitu saja. Tersangka berinisial Hf ini tertangkap di Bantul, Yogyakarta dan kemudian meminta maaf secara terbuka kepada publik. Namun hal ini tidak selesai karena proses hukum akibat perbuatannya baru dimulai. (din/mzm)
