MEMOX.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendukung program swasembada gula nasional melalui kegiatan panen tebu dan bongkar ratoon yang digelar di Desa Mangli, Kecamatan Tapen, Kamis (18/6/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, mengatakan program bongkar ratoon menjadi bagian dari Program Strategis Nasional sektor pergulaan tahun 2026 untuk mendukung percepatan swasembada gula.
Menurutnya, peremajaan tanaman tebu melalui bongkar ratoon diperlukan untuk meningkatkan produktivitas lahan yang mengalami penurunan akibat usia tanaman yang sudah tua.
“Pada tahun 2026 Kabupaten Bondowoso mendapat target kegiatan bongkar ratoon dan perluasan areal tebu seluas 2.352 hektare”, ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga 18 Juni 2026 capaian kegiatan tersebut telah mencapai 797,789 hektare atau sekitar 33,92 persen dari target yang ditetapkan.
Selain itu, Mulyadi menyebut musim giling tahun 2026 menunjukkan prospek yang cukup baik. PG Prajekan menargetkan produksi gula sebesar 5,5 juta kuintal dengan rendemen rata-rata 7,62 persen atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 7,01 persen.
Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i menegaskan bahwa kegiatan bongkar ratoon bukan sekadar panen dan peremajaan tanaman tebu, melainkan bagian dari upaya nasional mewujudkan swasembada gula.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar pembangunan nasional dalam mewujudkan swasembada gula nasional”, tandasnya.
Pihaknya, menambahkan pemkab Bondowoso berkomitmen mendukung pengembangan kawasan tebu rakyat melalui penguatan pendampingan penyuluh, kemitraan antara petani dan industri gula, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
Ia optimistis Bondowoso memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan sektor pergulaan di Jawa Timur karena didukung lahan yang sesuai, petani berpengalaman, serta keberadaan industri gula yang telah berkembang selama bertahun-tahun.
“Kita jadikan momentum panen tebu dan bongkar ratoon ini sebagai penguatan sektor pergulaan Bondowoso sekaligus kontribusi nyata daerah dalam mewujudkan swasembada gula nasional”, pungkasnya.(rif/syn)
