MEMOX.CO.ID – Ramadan tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritual, tetapi juga momentum menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkokoh identitas budaya daerah. Ekonomi rakyat harus terus bergerak dan budaya harus terus hidup. Keduanya merupakan fondasi penting dalam membangun Kota Probolinggo yang tangguh dan berdaya saing.
Penetapan kuliner khas Ketan Kratok dan tradisi Bi Bi Bi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan amanah untuk memastikan praktik budaya tersebut tetap lestari, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Warisan budaya harus terus tumbuh dan memberi manfaat sosial serta ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, budaya menjadi identitas sekaligus kekuatan pembangunan Kota Probolinggo,”ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Probolinggo, Siti Romla, Senin (23/02/2026).
Siti Romla mengatakan, kuliner ketan kratok dan tradisi Bi Bi Bi diakui sebagai warisan budaya takbenda (WBTb) Indonesia 2025 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
”Kedua warisan budaya khas Kota Probolinggo itu dinilai layak dan lolos direkomendasikan sebagai warisan budaya takbenda. Sebab, hingga kini masih hidup dan dijaga kelestariannya,” tandasnya.
Proses pengusulan dua warisan budaya khas Kota Probolinggo berlangsung cukup lama dan melalui sejumlah tahapan. Ketan Kratok dipilih karena memiliki keunikan dan cita rasa yang mencerminkan kuliner legendaris identitas khas Kota Probolinggo.
“Sebagai warisan budaya takbenda yang ditetapkan tahun 2025, pelestarian ketan kratok penting untuk menjaga kearifan lokal tetap hidup di tengah modernisasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ingin tetap dilestarikan,” tutur Siti Romla.
Belum lagi, Siti Romlah menyebut banyak warga yang menggemari panganan satu ini. Mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua.
“Apalagi menjadi sajian dalam kegiatan resmi, hajatan, hingga festival budaya di Kota Probolinggo,”sebutnya.
Sementara tradisi Bi bi bi, merupakan tradisi tahunan yang dilakukan setiap malam 27 Ramadan. Menjadi warisan budaya kedua yang berhasil lolos dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025.
Faktanya, tradisi Bibibi masih banyak ditemui di Kota Probolinggo dan masif dilakukan oleh masyarakat.
”Alhamdulillah, kuliner ketan kratok dan tradisi Bibibi berhasil mendapatkan rekomendasi menjadi Warisan Budaya Takbenda yang harus dilestarikan oleh warga Kota Probolinggo,”pinta Siti Romlah.
Semakin Nyata Diminati
Ketan Kratok kuliner tradisional yang memikat. Hidangan sederhana namun kaya rasa ini telah menjadi bagian penting dari warisan kuliner yang semakin diminati hingga mampu mencerminkan kehangatan tradisi lokal.
Makanan berbahan dasar ketan yang disajikan dengan taburan kelapa parut segar dan gula merah cair.
Kesederhanaan bahan-bahan ini menciptakan perpaduan rasa manis, gurih, dan kenyal yang khas. Berbeda dari hidangan ketan di daerah lain, Ketan Kratok memiliki cita rasa autentik berkat kelapa parutnya yang diproses secara tradisional.
Biasanya, kelapa yang digunakan adalah kelapa muda, yang memberikan rasa gurih yang lembut dan aroma khas yang menggoda. Gula merah yang digunakan pun bukan sembarang gula, melainkan gula aren berkualitas tinggi yang memberikan rasa manis alami serta tekstur cair yang pas untuk melengkapi hidangan ini.
Keistimewaan lain dari Ketan Kratok terletak pada cara penyajiannya.
Dalam tradisi masyarakat Kota Probolinggo, Ketan Ketarok biasanya disajikan dalam daun pisang yang dilipat rapi. Tidak hanya menambah estetika sajian, tetapi juga memberikan aroma alami yang semakin menggugah selera. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat menghargai nilai tradisional dalam setiap aspek kuliner yang dimilikinya.
Di tengah maraknya kemasan modern, kehadiran Ketan Kratok yang tetap mempertahankan cara penyajian tradisional ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Selain sebagai camilan lezat, Ketan Kratok juga memiliki nilai historis dan kultural yang kuat. Hidangan ini sering dihidangkan dalam acara-acara adat, seperti perayaan panen, syukuran, atau hajatan keluarga. (adv/hud)
