MEMOX.CO.ID – Dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 2025. Kemenag Jatim menggelar
Awarding GTK Madrasah Jawa Timur 2025, Senin (01/12/25) di Aula Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Jatim, Jum’at (05/12/25)
Di tengah peringatan Hari Guru Nasional 2025, nama Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., kembali terpilih sebagai figur yang mendapat perhatian publik pendidikan Jawa Timur. Dengan dinobatkan dirinya sebagai Kepala Madrasah Inspiratif Terbaik 1 Provinsi Jatim 2025.
Wajar kiranya Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin terpilih sebagai Kepala Madrasah Inspiratif Terbaik 1 Provinsi Jatim 2025.
Sebelas tahun mengabdi menjadi kepala MAN 2 Kota Malang dirinya selalu menanamkan etika dan kedisiplinan kepada anak didiknya serta seluruh staf pengajar.
Penghargaan dari Kanwil Kemenag Jawa Timur tersebut merupakan pengakuan atas deretan inovasi, keberhasilan, dan dedikasi yang telah membangun madrasah ini selama bertahun-tahun, terutama dua tahun terakhir yang memenuhi lompatan prestasi yang sangat luar biasa.
Semua prestasi itu didukung dengan keberadaan Dr. H. Samsudin, M.Pd yang selalu mengedepankan etika, baik tutur kata maupun perbuatan serta kedisiplinan.
Sehingga MAN 2 Kota Malang mampu meraih berbagai prestasi mulai dari inovasi, karya, capaian siswa, program unggulan, hingga rekam jejak pengabdian.
Sebagai catatan MAN 2 Kota Malang kini dikenal sebagai madrasah “berjuta prestasi”. OSN yang tiga kali berturut-turut menjadi juara umum, keberhasilan OMI, serta torehan prestasi akademik maupun non-akademik lainnya menjadi fondasi kuat nilai inspiratif yang dinilai tim juri.
Bagi H. Samsuddin, menjadi kepala madrasah bukan perkara jabatan, melainkan panggilan yang ia jalani dengan penuh tanggung jawab, ikhlas dan tetap selalu menjaga kebersamaan.
MAN 2 Kota Malang juga aktif hadir di berbagai madrasah lain untuk berbagi pengalaman, terutama dalam pengembangan Zona Integritas, mengingat madrasah ini telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 4 Desember 2024.
Keberhasilan MAN 2 Kota Malang di bawah kepemimpinan H. Samsuddin bukanlah hasil kerja tunggal. Ia selalu menekankan pentingnya kolaborasi: guru, tenaga kependidikan, pengawas, hingga dukungan penuh dari Kepala Kantor Kemenag. Ia lebih memilih menjadi pemimpin yang menggerakkan daripada memerintah.
Dan kini, setelah diumumkan sebagai Kepala Madrasah Inspiratif Terbaik Provinsi Jawa Timur, ia tidak ingin berpuas diri. Perjalanan masih panjang. Inovasi harus terus berkembang. “InsyaAllah, ini bukan akhir. Ini awal untuk bergerak lebih baik lagi,” ungkapnya. (fik/*).
