Frustrasi Penyakit Tak Sembuh, Warga Sambi Nekat Gantung Diri

22
0
Frustrasi Penyakit Tak Sembuh, Warga Sambi Nekat Gantung Diri
Kondisi korban saat ditemukan tergantung pada tali sobekan kain.

Kediri, Memox.co.id – Warga Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, digegerkan dengan kematian Mulyono (46), warga Jl. Patimura GG Buntu, pada Selasa (30/03/2021) sekitar pukul 04.00 WIB.

Korban yang kesehariannya diketahui pekerja serabutan, pertama kali ditemukan oleh Warsiti, istri korban yang hendak buang air kecil ke kamar mandi. Korban sudah tidak bernafas dan menggantung dengan seutas tali sobekan selimut.

Kapolsek Ringinrejo, AKP Didik Sigit mengatakan, kejadian berawal sekira pukul 03.00 WIB korban bangun tidur hendak mau ke kamar mandi untuk buang air kecil, kemudian oleh Warsiti diantar ke kamar mandi setelah itu korban kembali tidur lagi.

Karena tidak kunjung kembali ke kamar tidur, Istri korban mengecek korban di dalam kamar mandi dan sudah melihat korban sudah gantung diri didalam kamar mandi dengan menggunakan sobekan selimut yang dibuat untuk gantung diri, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan di teruskan ke Polsek Ringinrejo.

“Sesuai keterangan dari saksi bahwa korban mengalami sakit – sakitan yaitu tipes dan darah rendah diduga korban frustrasi tidak kuat menahan sakitnya sehingga korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” terang AKP Didik Sigit, Selasa siang (30/03/2021).

Lebih lanjut Kapolsek menuturkan, berdasarkan keterangan Dokter UPTD puskesmas sambi dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Kediri yang melakukan pemeriksaan, dari kemaluan korban keluar air mani, kemudian ada bekas luka dileher, serta tidak ada tanda-tanda kekerasan dan disimpulkan korban meninggal dunia murni karena gantung diri.

Dari olah TKP yang dilakukan petugas Kepolisian diamankan barang bukti berupa Sobekan tali selimut (alat gantung diri) dan sandal jepit korban. “Dari pihak keluarga sudah menerima atas kejadian tersebut dan memohon agar tidak dilakukan proses lebih lanjut (otopsi),” pungkas Kapolsek. (fan/im/mzm)