Untuk mengambil langkah konkrit untuk menekan angka pengangguran di Kota Batu, Disnaker Kota Batu berancang-ancang membuka kesempatan kerja ke luar negeri. Menurutnya, hal itu menjadi sebuah lompatan agar dapat mengatasi persoalan tuna karya mengingat minat warga Kota Batu yang ingin bekerja di luar negeri cukup tinggi berdasarkan surat rekomendasi permohonan paspor calon pekerja migran yang diterbitkan Disnaker.
“Fokus pemerintah ialah berperan memfasilitasi warganya dalam memperoleh pekerjaan. Salah satunya kesempatan kerja di luar negeri guna mengurangi angka pengangguran, calon pekerja migran asal Kota Batu sebagian besar berangkat melalui daerah lain, seperti Kabupaten Malang. Karena Kota Batu sendiri belum memiliki agensi jasa penyalur pekerja migran. Sehingga pihaknya berharap, nantinya terjalin nota kesepahaman antara Pemkot Batu dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang,” imbuhnya.
Baca juga: Angka Pengangguran di Sidoarjo Turun Drastis
Ia berpendapat, ada dua keuntungan sekaligus dengan hadirnya agensi jasa penyalur tenaga migran di Kota Batu. Pertama sebagai solusi mengatasi pengangguran serta menjadi sumber potensi meningkatkan pendapatan asli daerah. Selain itu yang kedua sumber pendapatan juga akan masuk ke daerah yang memberangkatkan, sehingga daripada masyarakat berangkat dari daerah luar, lebih baik dibentuk sendiri di Kota Batu mengingat prioriotas utama saat ini juga tengah terfokus pada peningkatan PAD. (rul)






