MEMOX.CO.ID – Industri di Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar, menghadapi era transformasi yang masif di tengah perkembangan zaman ini, Bina Mental Bakti Pertiwi Proyek Nata Agung Perwujudan Pusat membuka Balai Latihan Kerja bagi masyarakat.
Balai latihan kerja yang bertempat di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini, berfokus pada berbagai bidang usaha. Mulai modifikasi kendaraan roda tiga menjadi angkutan orang, pelatihan teknisi mesin, pelatihan pembuatan gerobak sampah, serta pelatihan kue maupun makanan ringan lainnya.
Selain itu juga, ada pelatihan dibidang manajemen bagi calon direktur, serta pelatihan kemampuan skill dan keterampilan marketing yang terarah.
Bambang Mangku Bagyo, Pimpinan Bina Mental Bakti Pertiwi Proyek Nata Agung Perwujudan Pusat, mengatakan bahwa, pelatihan ini untuk mencetak anak didik menjadi mandiri. Dengan keahlian yang dimiliki, diharapkan mereka bisa membuka usaha yang bisa mendongkrak terbukanya lapangan pekerjaan.
“Tapi yang paling utama dibukanya Balai Latihan Kerja ini karena kebutuhan pekerja di luar Jawa seperti Kalimantan sangat banyak sekali, sehingga kami buka pelatihan kerja,” katanya.
Dengan demikian, lanjut pria 74 tahun ini, mereka bisa menjadi terampil dan membuka Perseroan Terbatas (PT) bersaham dengan koperasi di Nata Agung, maupun bekerja di anak didik yang sudah memiliki bidang usaha.
“Sehingga nanti koperasi ini harapan saya bisa berjalan karena di dukung oleh pelaku usaha ini tadi,” katanya.
Dari pantauan di lokasi, nampak banyak kendaraan roda dua maupun roda tiga yang sudah termudifikasi. Seperti dimodifikasi menjadi angkutan orang, kemudian gerobak sampah, lalu ban bekas menjadi replika hewan, serta vespa primaver roda tiga dan Tvs Kargo.
“Kalau yang di sini kami membuat bentor (becak motor), ambulans yang sudah kami serahkan ke Pemerintah Desa (Pemdes),” jelasnya.
“Kemudian ada juga kusen, lemari, mebeler, yang juga kami kerjakan,” lanjutnya.
Kendati dengan demikian, diharapkan warga masyarakat tidak hanya warga Kabupaten Malang saja, bisa mengikuti pelatihan ini. “Kami buka untuk siapa saja. Ini saja ada yang dari Kalimantan yang sudah datang. Karena memang kebutuhan tenaga kerja di Kalimantan saja cukup banyak,” pungkasnya. (nif/han).






