Jember, Memox.co.id – Sikapi polemik di tubuh KONI Jember anggota DPRD Jember, Siswono meminta Bupati Jember tegas. Menurut Siswono agar polemik segera berakhir dibutuhkan campur tangan bupati untuk menyelesaikan persoalan perebutan posisi ketua pasca ditolaknya permintaan 33 ketua cabang olah raga untuk mengganti Abdul Harris Afianto alias Alfin dalam Musyawarah olah raga kabupaten luar biasa (MUSORKABLUB).
Solusi paling memungkinkan adalah bupati mengusulkan kepada KONI Propinsi Jawa Timur untuk menunjuk seorang karteker.Untuk itu Siswono mendesak Bupati Jember, Hendy Siswanto, segera proaktif turun tangan menyelesaikan konflik kepengurusan KONI Jember.
Siswono menegaskan, jika konflik kepengurusan dibiarkan berkepanjangan akan berdampak pada stabilitas organisasi. Apalagi bupati berkeinginan Jember menjadi juara umum dan sukses menjadi tuan rumah Pekan Olah Raga Provinsi ke V, tahun depan. Pernyaatan itu disampaikan Siswono di depan awak media, di gedung DPRD Jember.
“Karenanya, kami berpendapat Bupati Jember harus segera ambil sikap, agar kepengurusan KONI Jember dapat segera tertanggulangi,” ungkapnya.
Sebagai informasi, KONI Jember saat ini sedang dalam kondisi krisis. Penyebabnya muncul mosi tidak percaya dari 33 Cabang Olah Raga anggota KONI Jember atas kepemimpinan Abdul Haris Afianto.
Alfin dinilai tidak pantas lagi menjadi KONI Jember. Pasalnya selama kepemimpinan telah banyak melanggar AD/ART organisasi, seperti tidak menggelar rapat bulanan dan tahunan, sebagaimana kewajiban organisasi.
Atas kesalahan itu, sebagaimana ketentuan AD/ART KONI pasal 36, sejumlah 31 Cabor dari 33 Cabor anggota KONI Jember, mengajukan MUSORKABLUB. Jumlah itu sudah lebih dari 2/3, sebagai syarat mengajukan MUSORKABLUB.
Hanya saja, usulan menggelar MUSORKABLUB KONI Jember, sempat tertunda setelah terbitnya surat dari KONI Jawa Timur, pada tanggal 17 Mei 2021, yang mengisyaratkan MUSORKABLUB bisa digelar setelah ada evaluasi dari KONI Jatim.
Agenda MUSORKABLUB KONI Jember rencananya digelar Selasa siang (18/5/2021) berubah menjadi Konsolidasi Cabor. Akibatnya Sutikno yang diusulkan 33 cabor, gagal ditetapkan sebagai Ketua KONI menggantikan Alfin. (vin/mzm)






