Nanti, lanjut Yoyok, bu lurah, camat dan pemilik pabrik diagendakan lagi duduk berang dengan warga RW 15 supaya menemukan solusi yang pas. Jikalau perlu mengundang RW lain, monggo silahkan.
“Karena perbedaan pendapat itu ada beberapa faktor. Satu karena kompetitor, kedua karena politik, ketiga karena salah paham. Nah, ini hanya salah paham saja yang harus diselesaikan bersama warga,” pungkasnya. (nif/syn)
