MEMOX.CO.ID – Sebagai bagian dari kewajiban konstitusional menyerap aspirasi Masyarakat, merupakan agenda resmi DPRD yang dilakukan di luar gedung dewan. Para legislator turun langsung menemui konstituen untuk menjaring masukan, usulan program, serta pengaduan warga yang akan diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan dan anggaran daerah.
Wakil rakyat Dapil Wonoasih dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPRD Kota Probolinggo Imam Hanafi mengatakan, reses menjadi momentum penting untuk memastikan kebijakan daerah tetap berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.
“Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan kawal dalam pembahasan bersama pemerintah daerah,” ujar Imam Hanafi, dalam reses masa sidang II, di Kantor DPC PDIP Kota Probolinggo, Kamis (26/02/2026).
Imam Hanafi mengatakan, agenda reses menjadi momentum penguatan fungsi legislatif sekaligus penegasan komitmen partai melalui wadah Rumah Aspirasi.
Pentingnya pembangunan sarana prasarana olahraga serta penguatan nilai-nilai Pancasila.
Terkait usulan warga soal fasilitas lapangan sepak bola di wilayah selatan yang telah dialokasikan anggaran sebesar Rp400 juta tahun 2025 pembangunannya akan berlanjut di tahun 2026. Rencana penambahan anggaran untuk fasilitas lampu penerangan.
“Harapan saya wilayah selatan, sepak bola bisa dilaksanakan malam hari. Kami sudah berkomunikasi dengan Dispobpar untuk anggarannya agar masyarakat bisa berolahraga malam dan mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan,”tandasnya.
Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo ini menegaskan, kader PDI Perjuangan wajib hadir di setiap persoalan rakyat melalui Rumah Aspirasi yang bermarkas di Kantor DPC. Bahkan, mengingatkan warga untuk segera menyetorkan usulan pembangunan guna dimasukkan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD tahun 2027 sebelum batas waktu 6 Maret.
”Kader PDI Perjuangan tidak hadir secara instan, tetapi hadir setiap hari untuk masyarakat. Jika ada aspirasi, silakan datang ke Rumah Aspirasi. Kami akan tindak lanjuti melalui fraksi yang membidanginya,” tegas Imam Hanafi.
Meresponnya, Ketua DPC PDIP Kota Probolinggo Tomy Wahyu Prakoso memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Imam Hanafi yang dinilai sukses menyerap aspirasi masyarakat hingga mencapai angka 100 persen melalui instrumen Pokir.
”Alhamdulillah, Pak Imam ini bisa menyerap 100 persen aspirasi. Ini membuktikan bahwa beliau benar-benar turun ke masyarakat untuk mendengar apa yang menjadi harapan konstituen, khususnya di wilayah Wonoasih”tuturnya.
Disisi lain, DPC menerapkan sistem monitoring harian terhadap anggota fraksi untuk memastikan program pembangunan dan kemaslahatan umat tuntas dilaksanakan. Capaian penyerapan aspirasi serupa juga dilakukan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Supriyanto. Selain memastikan masyarakat Kota Probolinggo menerima manfaat nyata atas kinerja petugas partai.
“Kami melakukan pendampingan agar anggota fraksi selamat dan tidak tergoda hal-hal lain. Pendampingan ini dilakukan agar mereka tetap amanah, sehat, dan kuat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,”ucap Tomy Wahyu Prakoso.
Berbeda Sekretaris DPC PDIP Kota Probolinggo, Sukardi Mitho menyebut langkah strategis terkait kesejahteraan kader. Mulai Juni mendatang, seluruh pengurus struktural khususnya Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) tingkat Ranting, PAC, hingga badan dan sayap partai akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
”Ini baru pertama di Jawa Timur. Seluruh pengurus PAC dan KSB Ranting akan kita ikutkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dananya murni dari kas DPC, tidak disumbang dari DPD maupun DPP,”jelasnya.
Terkait regenerasi kepemimpinan, kekuatan partai terletak pada sistem kolektif, bukan individu. PDI Perjuangan maju bukan karena hanya ketuanya saja, tetapi karena semua pengurus dan kader partai.
“Ketua hanyalah simbol administratif. Kekuatan apapun tidak akan bisa membawa partai menjadi besar jika pengurus di tingkat bawah tidak bekerja maksimal,”pungkas Sukardi Mitho.(hud/syn)
