Bondowoso, Memox.co.id – Ketika mobil ambulance yang membawa jenazah sudah sampai di halaman Masjid, warga langsung menggotong jenazah yang ada didalam peti ramai-ramai keluar dari mobil ambulance.
Selang beberapa menit, seorang pemuda melempar dan menendang peti jenazah. Peristiwa itu terjadi Senin (19/7/2021) di Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari.
Kapolsek Wonosari, AKP Samsul Arif membenarkan hal tersebut. Salah seorang anggota keluarga, kata Sinyo, sapaanya, menolak penggunaan peti jenazah dalam pemakaman pasien N (39). Karena dinilai oleh keluarga tak sesuai syariat Islam.
Jenazah dimakamkan dengan menggunakan kantong jenazah tanpa peti dengan protokol kesehatan. “Yang meninggal adalah tokoh agama. Jadi menolak pemakamannya menggunakan peti jenazah dan disholatkan di dalam masjid. Tapi tetap menggunakan kantong jenazah,” ujarnya.
Sinyo memastikan, pemakaman tetap berlangsung kondusif. Meski sebelumnya terjadi penolakan. Bahkan, saat dimandikan di kamar Jenazah RSUD H Koesnadi, keluarga turut menyaksikan dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Jenazah tersebut meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika, karena sesak nafas. Namun, proses pemulasaran dilakukan di kamar jenazah di RSUD dr. H. Koesnadi. “Yang meninggal ini pasien positif Covid-19,” tutupnya. (sam/mzm)






