Bondowoso, Memox.co.id – Tampaknya warga Bondowoso mulai gerah dengan pemakaman keluarganya dengan protokol kesehatan (Prokes). Buktinya ketika tim pemakaman tiba di TPU (Tempat Pemakaman Umum) warga langsung merebutnya.
Setelah peti jenazah dikuasai, mereka mengambil mayat dan dimandikan kembali. Setelah itu disholatakan berjamaah dan dimakamkam sesuai adat desa, tanpa menggunakan Prokes.
Atas kejadian tersebut, Juru Bicara Satgas Covid 19, dr. H. Mohammad Imron, MM.Kes membenarkan. Pihaknya sedang mengumpulkan kronologi kasus perebutan mayat virus Corona tersebut.
Menyikapi brutalisme warga tersebut, Kapolres Bondowoso, AKBP Heman Priyanto, S.I.K., berjanji akan bertindak tegas. Walaupun cara yang digunakan dengan menggunakan pendekatan humanisme.
“Polisi harus beryindak tegasa terhadap setiap pelanggaran. Apalagi menyangkut keselamatan orang banyak. Kalau tidak ditindak justeru Polisi yang akan disalahkan”, kata Herman, sapaan Kapolres.
Semua pihak, lanjutnya, akan kami libatkan. Mulai dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, hingga Tokoh Pemuda. Karena hal ini sangat sensitif sekali.
Diceritakan, puluhan warga merebut paksa jenazah virus Corona. Demi keselamatan, petugas menyelamatkan diri dari amuk massa. Langkah tersebut terpaksa dilakukan karena massa sudah terkonsentrasi di sekitar mobil jenaah. Bahkan, massa berteriak-teriak dengan beringas.
“Saya bersama tim akhirnya menyelamatkan diri,” tutur salah seorang anggota tim pemulasaraan Satgas COVID-19 Bondowoso, Kustari.
Kustari menyebutkan, kejadian itu memang tidak diduga sebelumnya. Secara mendadak, warga sudah mengelilingi mobil ambulan dan mobil tim pemulasaraan yang akan memakamkan jenazah.
“Untung saya diamankan ke rumah salah seorang warga. Hingga massa emosinya mereda. Saya lalu dihardik untuk segera meninggalkan lokasi,” imbuh Kustari. (sam/mzm)






