Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siti Romlah mengatakan, keunikan Inovasi SIIJOL ini terletak pada kemudahan yang diperoleh masyarakat saat mengakses SI IJOL.
“Inovasi ini dibangun dalam sistem berbasis android dan website. Melalui aplikasi yang mudah di-download diharapkan masyarakat pengguna SI IJOL dapat mengakses layanan seputar ijazah, melalui telepon seluler (ponsel) atau gawai lain yang mendukung akses internet secara lebih mudah,” tuturnya.
Begitu juga, melalui satu aplikasi banyak layanan yang dapat dinikmati. Meliputi layanan kehilangan/kerusakan ijazah, layanan perubahan data ijazah, layanan legalisasi ijazah, maupun layanan keabsahan ijazah yang lebih mudah, cepat, dan akurat.
“Sistem ini juga dapat menghasilkan basis data dalam penelusuran lulusan by name by address yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan perluasan akses pendidikan khususnya bagi anak yang putus sekolah,” terang Siti Romlah.
Demikian juga, Siti Romlah mengaku, pemaparan inovasi SIIJOL disampaikan di hadapan Tim Juri Presentasi dan Wawancara KOVABLIK Jatim 2023. Masing-masing, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Jusuf Irianto; Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur.
Kemudian, Agus Muttaqin; Direktur Eksekutif The Jawa Pos Institute of Pro Otonomi (JPIP), Rohman Budijanto dan Public Sector Specialist di Pentatone Creative, Didik Purwondanu. Ada juga Provincial Coordinator USAID ERAT Jatim, Dina Limanto dan National Advisor For Governance and Public Service, Redi Setiadi.
Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Diah Natalisa mengatakan, pemberian penghargaan kepada para penerima penghargaan pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Jawa Timur 2023. Sebab, prestasi yang telah ditorehkan oleh pemerintah daerah membuat Jawa Timur menjadi gudang inovasi.
“Jawa Timur adalah gudang dari inovasi pelayanan publik. Dalam catatan kami, sejak tahun 2014 hingga 2023, terdapat 190 inovasi pelayanan publik dari seluruh pemerintah daerah di Jawa Timur yang telah masuk ke dalam Top Inovasi Pelayanan Publik Kementerian PANRB. Jumlah ini paling banyak dibandingkan provinsi lainnya,” katanya.
Disisi lain, Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2023, Provinsi Jawa Timur secara umum menerima 29 penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik.
“Penghargaan yang diterima Jawa Timur, seperti 12 Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, 14 Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, serta 3 Top 15 Inovasi Pelayanan Publik,” pungkas Diah Natalisa. (hud).






