Malang, Memox.co.id – Senyum bahagia korban tragedi Kanjuruhan yang masih dirawat di di RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang saat mendapatkan kunjungan Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, S.I.K, Selasa (11/10/2022).
Bertempat di ruang IGD RSUD Kanjuruhan, Kapolres AKBP Putu Kholis didampingi Kapolsek Kepanjen Kompol Sri Widyaningsih beserta rombongan pejabat utama Polres Malang bertatap muka dan bertanya kabar kondisi pasien terkini yang tengah menjalani perawatan.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Malang AKBP Kholis menjumpai dan berkomunikasi dengan pasien yang masih dalam perawatan pasca operasi maupun yang mengalami trauma psikis sambil sekali-sekali melempar senyum.
Kapolres juga menyebut pihaknya sudah bekerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim dan Mabes Polri untuk mendatangkan tim trauma healing guna mengatasi penyembuhan trauma terhadap pasien pasca kejadian kerusuhan tersebut.
“Kami sudah lengkapi data, nanti kami lakukan perbantuan, untuk tim trauma healing maupun tim dokkes”, jelas AKBP Putu.
Lebih lanjut, Kapolres juga mengatakan bahwa seluruh korban sudah terdata. Baik yang sudah pulang dari rumah sakit maupun yang masih dalam perawatan, seluruhnya dilindungi dan dibiayai oleh pemerintah.
“Kami akan memastikan bahwa korban sudah terdata, dan data ini akan kami update terus. Kami sinkronkan dengan data dari pemerintah kabupaten, agar nanti korban seluruhnya mendapatkan dukungan anggaran pengobatan,” jelasnya.
Sebelum mengakhiri kunjungan, Kapolres Malang AKBP Kholis memberikan bantuan dan menyampaikan pemohonan maaf kepada korban yang tengah menjalani perawatan di ruang IGD. “Sekali lagi saya mohon maaf mewakili kepolisian dengan kejadian kemarin, dan kami akan terus mendampingi korban,” ucapnya.
Di RSUD Kanjuruhan sendiri saat ini ada 4 pasien yang masih dalam perawatan pasca kejadian Tragedi Kanjuruhan. Diantaranya Vicky (20) asal Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Dayangga (22) asal Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora Jawa Tengah, Amanda (18) asal Kecamatan Kromengan dan Mareta (20) asal Kecamatan Kepanjen. Dua nama terakhir adalah warga Kabupaten Malang. (fik)
