MEMOX.CO.ID — Sebanyak 518 guru ngaji di Kabupaten Bondowoso hingga pertengahan April 2026 masih belum menerima insentif yang menjadi hak mereka. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 5.865 penerima program insentif tahun ini, menandakan masih adanya persoalan serius dalam tata kelola penyaluran bantuan keagamaan di daerah.
Keterlambatan ini dipicu oleh berbagai kendala teknis yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal, mulai dari masalah rekening penerima hingga proses pergantian bendahara di lingkungan pemerintah daerah. Dampaknya, ratusan guru ngaji harus menunggu tanpa kepastian, bahkan setelah momentum Lebaran yang sebelumnya dijanjikan sebagai batas akhir pencairan.
Salah satu guru ngaji, Nur, mengaku belum mendapatkan haknya hingga kini. Ia menyebut janji pencairan pasca-Lebaran tidak kunjung terealisasi.
“Katanya setelah Lebaran cair, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya dikonfirmasi awak media, Minggu (18/4/2026).
Padahal, secara administratif, dirinya telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan, termasuk memastikan rekening aktif. Namun, ia justru mendapat informasi bahwa pencairan masih menunggu proses serentak karena ratusan penerima lain mengalami hal serupa.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait kesiapan sistem dan koordinasi antar pihak terkait. Di sisi lain, terdapat pula penerima yang terkendala karena persoalan administratif seperti rekening tidak aktif maupun kelengkapan berkas, yang sebagian dipicu oleh minimnya waktu sosialisasi.
Tak hanya soal keterlambatan, besaran insentif sebesar Rp1.500.000 per tahun juga menjadi sorotan. Sejumlah guru ngaji mengeluhkan nilai yang diterima tidak utuh akibat potongan pajak, sehingga dinilai belum sebanding dengan pengabdian yang diberikan.
Para guru ngaji berharap pemerintah daerah segera menuntaskan pencairan secara transparan dan tepat waktu, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang. Mereka juga mendorong adanya peningkatan nominal insentif sebagai bentuk penghargaan yang lebih layak.
“Harapannya bukan hanya lancar, tapi juga ada peningkatan, bukan justru berkurang,” tutupnya.(rif/syn)
