Bondowoso, Memox.co.id – Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin mengratiskan rapid antigen kepada ribuan santri yang akan kembali ke Pondok Pesantren masing-masing. Kebijakan ini dituangkan dalam surat bernomor 440/645/530.9.3/2021.
“Santri yang mau kembali ke Pondok Pesantren digratiskan biaya rapid antigen. Silahkan hubungi Puskesmas terdekat,” kata Kyai Salwa sapaan Bupati Bondowoso pada Memo X kemarin.
Tidak ada biaya, lanjut Pengasuh PP Mambaul Ulum Tangsel Wetan Kecamatan Wonosari ini, untuk pemeriksaan rapid antigen bagi santri warga Bondowoso dengan menunjukkan foto copy KTP/KK.
- Baca juga: Aplikasi SIPD Membuat Anggaran Telat Cair
Dalam surat yang ditujukan kepada seluruh Puskesmas se-Kabupaten Bondowoso tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Mohammad Imron, MMKes, menyebutkan, tempat pemeriksaan antigen di Puskesmas sesuai domisili santri.
Santri yang akan melakukan rapid antigen, diminta hadir ke Puskesmas H-1 atau H-2 sebelum keberangkatan ke Pondok Pesantren. Baik yang menuntut ilmu di Bondowoso maupun diluar kota tape ini.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua RMI Bondowoso, KH. Barri Sahlawi Zain menghimbau kepada seluruh wali santri, agar putra-putrinya yang akan kembali ke Pondok Pesantren dilakukan rapid antigen terlebih dahulu.
Menurutnya, Pondok Pesantren harus memperketat protokol Covid-19. Agar santri tidak tertular virus. Juga disarankan, agar kunjungan wali murid/santri atau bisa dikenal dengan istilah ‘kiriman’ bulanan tidak terjadi kontak langsung.
“Jika karena keadaan mendesak harus bertemu langsung, maka wajib mematuhi protokol Covid-19. Terutama mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak,” jelas Anggota Fraksi PPP DPRD Bondowoso ini.
Dewan Pengasuh Ponpes Nurut Taqwa Cermee ini juga berharap, agar pemerintah memerhatikan Pondok Pesantren. Dengan melakukan sosialisasi dan edukasi tentang penaganan Covid-19. (sam/mzm)
