Indeks

Dedikasi Tanpa Batas, Mega Guntara Kembali Nahkodai PMI Kota Probolinggo

Dedikasi Tanpa Batas, Mega Guntara Kembali Nahkodai PMI Kota Probolinggo
Muskot menandai terpilihnya kembali Mega Guntara untuk menahkodai PMI Kota Probolinggo sebagai organisasi kemanusiaan. (hud)

MEMOX.CO.ID – Mega Guntara, kembali dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di Aula Hotel Nadia Sukapura, Sabtu (23/05/2026).

Keterpilihannya menjadi penanda keberlanjutan kepemimpinan organisasi kemanusiaan, dengan melewati dinamika di internal PMI.

Pria yang kerap tampil bersahaja itu menegaskan komitmen kemanusiaan menjadi alasan utama dirinya kembali maju. Apalagi, Kota Probolinggo, kini menjadi rujukan pelayanan kesehatan dari berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur.

“Memimpin PMI bukan hanya soal kepedulian, tapi juga pengorbanan. Kalau bukan karena rasa kemanusiaan yang besar, tentu tidak akan mau mengabdi. Kepemimpinan ini harus bisa semakin memperkuat peran PMI, bukan hanya dalam penyediaan darah, tapi juga dalam penanganan bencana dan kerja-kerja kemanusiaan lainnya,” tegas Mega Guntara.

Tak hanya itu, Mega Guntara menyakini sejumlah program utama PMI kedepan. Salah satunya penguatan relawan melalui pembentukan pos pertolongan pertama di perusahaan-perusahaa. Bahkan, berencana memperkuat kerja sama dengan rumah sakit untuk program pendampingan pasien melalui jaringan relawan PMI.

“Harapannya dukungan pemerintah daerah terhadap PMI tetap berjalan. Ini agar pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat bisa semakin maksimal,” katanya.

Periode sebelumnya, PMI Kota Probolinggo, juga mencatat sejumlah capaian. Mulai penghargaan pelayanan publik, kesiapan audit transparansi keuangan, hingga bantuan alat kesehatan dari PMI Pusat dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Saya memiliki tanggung jawab besar atas amanah organisasi dan dukungan dari Pemkot Probolinggo. Juga dukungan internal organisasi yang solid menjadi modal penting bagi keberlanjutan program-program PMI ke depan,” ucap Mega Guntara.

Dedikasi yang tak pernah padam, sontak mendapat apresiasi dan dukungan dari Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari Ina Dwi Lestari, memberikan tanggapan diplomatis penuh makna.

“Saya mengapresiasi kinerja sangat baik PMI di bawah komando Mega Guntara selama beberapa tahun terakhir. Yang dilakukan kepengurusan sebelumnya ini luar biasa. Dapat opini (WTP) wajar tanpa pengecualian itu luar biasa. Tinggal penyempurnaan saja ke depan,” tandasnya.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota menilai setiap elemen di dalam PMI pasti memiliki standar demi kemajuan organisasi kemanusiaan ini ke depan.

“Pengurus kecamatan dan korps relawan tentunya harus punya pandangan-pandangan baik untuk pengembangan PMI Kota Probolinggo,”pinta Ina Dwi Lestari.

Senada, Ketua Bidang Organisasi PMI Jawa Timur, M Taufiq, menegaskan suara terbanyak dalam organisasi kemanusiaan ini lahir dari hati nurani dan akal sehat para anggotanya. Meski Muskot menjadi wadah kedaulatan tertinggi, realitas di lapangan tidak bisa dikesampingkan.

“Saya kira Muskot itu adalah mekanisme tertinggi. Itu yang harus dihormati. Wajar jika pengurus di tingkat kecamatan maupun korps relawan (Korel) satu suara mendukung kembali ketua petahana. Itu tanyakan pada beliau, bukan pada saya,” tuturnya.

Tak ingin berspekulasi lebih jauh, Ketua Bidang Organisasi PMI Jawa Timur ini membenarkan rekam jejak kepengurusan Mega Guntara menjadi magnet kuat yang menyatukan suara seluruh peserta Muskot kali ini.

“Tapi saya yakin, prestasi-prestasi itu sesuatu yang sudah di depan mata. Masyarakat sudah menikmati apa-apa yang dilakukan Pak Mega Guntara dan kawan-kawan semua,”kata M. Taufik.

Dedikasi yang Tak Pernah Padam

Kinerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah bukti konkret yang tidak bisa didebat. Segala prestasi dan pencapaian itu adalah sebuah realitas. Muskot PMI Kota Probolinggo menjadi bukti antusiasme publik terhadap organisasi ini.

Namun, tantangan besar masih menanti, keterbatasan dana, kebutuhan darah yang terus meningkat, serta kesiapan menghadapi bencana.

Selain dihadapkan tuntutan era digital, transparansi data donor, sistem informasi stok darah, hingga edukasi publik melalui media dan media sosial menjadi agenda penting yang harus segera dijawab.

Kehadiran kepengurusan di bawah komando Mega Guntara diharapkan mampu merangkul generasi muda, komunitas, dan relawan untuk memperkuat gerakan kemanusiaan.

Begitu juga, sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, dan lembaga swasta juga menjadi kunci agar PMI Kota Probolinggo tidak berjalan sendiri.

Dukungan lintas sektor akan menentukan sejauh mana organisasi ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Dengan kepemimpinan Mega Guntara yang kembali diperpanjang, publik menaruh harapan agar PMI Kota Probolinggo mampu menjawab tantangan tersebut, sekaligus memperkuat peran sebagai garda terdepan kemanusiaan di daerah.

Dedikasi tanpa batas yang ditunjukkan selama ini menjadi inspirasi bahwa kerja kemanusiaan bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan hati. Di tengah keterbatasan, semangat pengabdian itulah yang membuat PMI Kota Probolingggo tetap berdiri tegak, menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.

“Saya memiliki tanggung jawab besar atas amanah organisasi dan dukungan dari Pemkot Probolinggo. Juga dukungan internal organisasi yang solid menjadi modal penting bagi keberlanjutan program-program PMI ke depan,” pungkas Mega Guntara.(hud/syn)

Exit mobile version