Surabaya, Memo X
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar kuliah umum Wawasan Kebangsaan, dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Ignasius Jonan sebagai pembicara. Pada kuliah umum yang diikuti mahasiswa dan civitas akademik itu, Ignasius menyampaikan hasil kerja nyata dari program yang dilakukan oleh pemerintah terkait bidang ESDM.
Jonan lantas mencontohkan keberhasilan seperti penyaluran bahan bakar minyak dan lampu. Dimana terdapat 180 kecamatan yang dulu tidak ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sekarang sudah terbangun 133. “Kurang 77 SPBU yang akan diselesaikan di akhir 2019 ini. Karena ada 180 kecamatan. Ini bukan desa yang tidak ada SPBU di Indonesia Sama sekali,” kata mantan Dirut PT KAI, di Auditorium Benedictus Kampus Dinoyo UKWMS, Sabtu (6/4) sore.
Ignasius yang pernah lama di Surabaya ini juga menjelaskan sewaktu ditugaskan di Kementerian ESDM, awalnya terdapat 2.500 desa yang tidak melihat lampu seumur hidup. “Semua ini bukan hanya semata-mata kinerja pemerintah saja, namun juga melibatkan stakeholders terkait, dan masyarakat,” sambungnya.
Dia mengakui banyak tantangan yang harus ia lalui. Tetapi, Ignasius selalu berpesan, orang mengeluh itu hanya bisa mendengarkan dan yang bisa membantu hanya Tuhan YME.
Kalau ia mengeluh, hanya ada dua orang yang selalu mendengar keluh kesahnya. Yakni Presiden RI Joko Widodo dan Walik Presiden RI Jusuf Kalla. Namun, ia mengatakan, kalau menteri mengeluh, bagaimana dengan negeri ini?
“Kesimpulannya, orang yang tidak bisa hanya satu, yang lainnya bisa karena niat yang baik. Kecuali satu, orang ‘makan kepalanya’ sendiri,” tutur dia.
Terakhir, Ignasius menutup sesi dengan beberapa pesan pada para mahasiswa. Yakni, sebagai orang muda harus memiliki semangat mengabdi dimana pun hidup. Semangat tersebut harus dilandasi cinta kasih pada sesama. Lalu, yang terakhir adalah jangan Golput. “Gunakan hak politik yang anda miliki, untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan harapan anda supaya tidak menyesal dikemudian hari,” pungkasnya. (est/ano)