Pemkot Kelola Langsung, Bagian Dalam Kumuh
Surabaya, Memo X
Gedung Hi Tech Mall di Jalan Kusuma Bangsa akhirnya dikelola langsung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pemkot membatalkan rencana pengosongan seiring demo besar-besaran penyewa dan karyawan pusat perlengkapan Teknologi Informasi (TI) tersebut. Pengelolaan oleh pemkot sebagai kelanjutan habisnya masa pengelolaan oleh pihak ketiga.
Pantauan di lokasi menyebutkan bahwa parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) masih gratis. Baik motor maupun mobil. Pengunjung kendaraan cukup menunjukkan STNK saat hendak keluar.
Kegiatan bisnis di dalamnya berjalan sebagaimana mestinya, termasuk pusat perbelanjaan di lantai satu. Cuma yang terlihat beda adalah kondisi kebersihan dalam mall. Lebih terlihat kotor pada lantai, dan penempatan bak sampah terkesan alakadarnya. Bagian pintu depan berjaga personil Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Kendati demikian para penyewa mengaku lega karena tidak jadi ‘diusir’. Bahkan mereka menggelar tasyakuran. “Setelah kita ada rapat koordinasi dengan Pemkot Surabaya tanggal 29 Maret 2019, pihak pemkot menyampaikan, pedagang untuk tanggal 6 April bisa beraktivitas kembali dengan keadaan apa adanya dulu. Maksudnya untuk pembayaran kontrak akan dibicarakan kemudian hari. Dan sebagai rasa syukur, kami gelar syukuran,” jelas Rudi Abdullah, Ketua Paguyuban Pedagang Mall Surabaya di Hi Tech Mall Surabaya, Sabtu (6/4).
Di hari pertama pembukaan, sudah ada 300 dari 400 penyewa yang sudah buka. Dan yang belum buka, Rudi mengatakan menunggu melakukan pendataan baru. Karena, menurutnya, yang sudah buka toko atau penyewa sudah menyerahkan data ke pemkot. Dan data toko yang terlanjur tutup harus menunggu manajemen baru. “Sekarang dari pemkot ada yang masuk dan keliling untuk mendata toko-toko yang masih aktif. Data yang kemarin ada 400 toko termasuk PT (badan hokum). Jadi seluruh pedagang disini semuanya walaupun PT harus masuk ke penguyuban karena pengurusan pendataan lebih gampang. Karena ada pengalihan manajemen PT bisa masuk, sebelumnya belum,” ujarnya.
Saat Mall dibuka, Rudi mengungkapkan jika ratusan pedagang matanya berkaca-kaca, bahkan menangis. “Merasa tidak percaya, selama ini pedagng ini berjuang, penuh dengan fitnah, ketidak pastian, keresahan dan hari ini terobati semua dan terharu,” kata dia.
Sementara itu, salah satu pedagang komputer, Setia Budi merasa senang. Karena selama ini pedagang sudah menunggu dari pihak pemkot untuk mengelola.
Ia juga berharap, setelah dibuka kembali, pemkot segera kembali menata ulang. “Cepat-cepat ditata ulang, mulai dari parkirannya, keamanan, kebersihan lebih ditata lagi. Supaya semua pedang ini bisa nyaman dan bisa menggelar pameran,” harapnya. (est/ano)
