Politisi Gerindra Tuding KPU Pamekasan Jadi Corong Parpol Besar Yang Tidak Dapat Kursi Parlemen

  • Bagikan

Pamekasan, Memox.co.id – Perubahan daerah pemilihan (Dapil) yang diusulkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan memantik reaksi politisi Gerindra Khairul Kalam. Khairul menuding penyelenggara pesta demokrasi lima tahun itu menjadi corong partai penguasa yang tidak kebagian kursi pada pemilihan legislatif 2019 lalu.

“Kami menolak rencana perubahan dapil usulan KPU Kabupaten Pamekasan. Kenapa baru diumumkan sekarang, kenapa tidak dilakukan uji publik jauh hari sebelum tahapan pemilu 2024 dimulai,” Khairul, Kamis (24/11/22).

Menurut Khairul, berdasarkan surat KPU Pamekasan Nomor 61/PL.01.01/3528/2022 tentang Rencana Penataan Dapil Dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pamekasan dalam pemilihan umum tahun 2024 terdapat 6 dapil. Antara lain:

Dapil 1 meliputi Kecamatan Pamekasan dan Tlanakan (8 kursi), dapil 2 meliputi Kecamatan Proppo dan Palengaan (9 kursi), dapil 3 meliputi Kecamatan Pegantenan, Larangan (7 kursi)

Dapil 4 Meliputi Kecamatan Batu Marmar dan Pasean (7 Kursi), dapil 5 meliputi Kecamatan Pakong, Waru dan Kadur (8 Kursi), dan dapil 6 meliputi Kecamatan Pademawu dan Galis (6 kursi).

Menurut aktivis JCW itu, usulan tersebut sangat lambat pada saat tahapan pemilu 2024 sudah mulai berjalan. Usulan tersebut, kata Khairul, hanya akan mengakomodir kepentingan sejumlah oknum partai politik yang akan berkompetisi pada pemilu 2024 di Kabupaten Pamekasan.

“Kami yakin, partai politik yang saat ini mendapat kursi di DPRD Pamekasan belum pernah diajak bicara oleh KPU Pamekasan,” lanjut Khairul.

Aktivis LSM JCW itu menambahkan, rencana perubahan dapil hanya akan menguntungkan partai politik peserta pemilu 2024 yang saat ini tidak mendapatkan kursi di DPRD Pamekasan. Juga, partai pemenang pada pemilu 2019 di Kabupaten Pamekasan.

  • Bagikan