Pasiter dan Batiter Jajaran Korem 083/Bdj Dapat Sosialisasi Data Wanwil

47
0
SOSIALISASI: Korem 083/Bdj saat menggelar sosialisasi menghimpun, menyusun dan inventarisasi data Wanwil (Perlawanan Wilayah) yang diikuti oleh Pasiter dan Batiter jajaran Korem 083/Bdj.

Malang, Memox.co.id – Korem 083/Bdj menggelar sosialisasi menghimpun, menyusun dan inventarisasi data Wanwil (Perlawanan Wilayah) yang diikuti oleh Pasiter dan Batiter jajaran Korem 083/Bdj di Aula Makorem 083/Bdj, Jl. Bromo No. 17 Kota Malang, Senin (29/03/2021).

Tujuan kegiatan sosialisasi ini untuk mendapat data teritorial yang valid dan akuntabel khususnya bidang Wanwil. Seperti yang disampaikan Kapenrem Mayor Prasetya HK mewakili Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti.

Kegiatan ini merupakan program bidang teritorial, khususnya tentang pembinaan perlawanan wilayah yang dilaksanakan secara terukur dan terencana dengan tujuan. Untuk menjamin tersusunnya data di wilayah yang mencakup data RT RW (Rencana Tata Ruang dan tata Wilayah), SDAB (Sumber Daya Alam & Buatan), Konsos (Kondisi Sosial) di wilayah Korem 083/Bdj.

Sedangkan tema yang diangkat dalam sosialisasi ini adalah, “Melalui Kegiatan Himpun, Susun dan Klarifikasi Data Wanra Kita Optimalkan Kualitas Data Wanwil yang Up To Date, Valid dan Lengkap serta Akurat untuk Kegiatan Pembinaan Perlawanan Rakyat calam Rangka Mendukung Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan”.

Baca Juga : Tingkatkan Sinergitas, Danlanal Malang Sambangi Korem 083/Bdj

Pada kesempatan tersebut, Kapenrem Mayor Prasetya HK menyampaikan bahwa validitas data memiliki peran penting dalam menentukan langkah-langkah pembinaan guna menyukseskan pelaksanaan tugas pokok.

Adapun data wanwil yang perlu diinventarisi adalah data rencana tata ruang wilayah. Meliputi data Geografi (luas, letak, jenis tanah, suhu, curah hujan), data Demografi (penduduk), dan data Konsos (ipoleksosbudhan).

“Termasuk mencakup sumber daya alam dan buatan guna menentukan daerah strategis yang digunakan untuk daerah tempur, pengembangan daerah belakang, daerah pangkal perlawanan. Guna mempersiapkan potensi Nasional menjadi kekuatan pertahanan yang disiapkan sejak dini beserta kekuatan pendukungnya khususnya di wilayah,” ungkapnya.

Ditegaskan olehnya, keberhasilan semua kegiatan ini tak lepas dari peran Babinsa sebagai ujung tombak komando kewilayahan. Dengan metode Binter serta berkoordinasi yang baik bersama komponen yang berada di wilayah binaanya. (fik)