Meski demikian, Aminah Hadi Zainal Abidin juga menyinggung kaitannya keterbatasan orang tua dalam memahami penggunaan teknologi, perlu mengambil peran secara nyata untuk mengasuh dan mendidik anak. Karena, realitas menunjukkan bahwa banyaknya kegagalan keluarga dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua, melainkan sebagian orangtua tidak tahu bagaimana cara mengasuh atau mendampingi anak yang baik dan benar.
“Makanya kita sebagai orang tua harus pintar, Ibu-ibu, ya. Harus terus belajar, ilmu parenting khususnya. Karena kita juga harus tahu berbagai permasalahan anak-anak kita sampai remaja. Ibarat pohon, kita harus menanamkan akar yang kuat sebagai pondasinya, jadi kalau nantinya terkena anginpun, dia tidak akan mudah roboh,” tegasnya.
Kegagalan orangtua dalam mengasuh anak akan menyebabkan anak kurang memiliki kendali diri, tidak mampu menjadi diri sendiri, bertindak semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan etika dan norma, tidak memiliki semangat dan gairah untuk belajar menimba pengetahuan dan ketrampilan yang cukup guna meraih masa depan, serta cenderung berperilaku menyimpang.
“Padahal sebenarnya manfaat adanya teknologi ini sangat besar bagi orang tua yang melek dan paham kemajuan teknologi,” terang Aminah Hadi Zainal Abidin.
Sementara, Kepala Dinkes, P2KB dr Nurul Hasanah Hidayati mengatakan, anak usia dini merupakan anak yang berada pada rentang usia 0 sampai 6 tahun yang berada dalam fase tumbuh kembang sangat pesat. Pengasuhan keluarga sendiri berfokus pada tiga hal yaitu kasih sayang, kontrol perilaku dan psikologi yang mengacu pada kontrol orang tua dan perilaku anak.
“Parenting dapat dikatakan sebagai parental control, proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak mereka. Ya melindungi, pengawasan dan mendampingi anak-anak dalam proses perkembangannya menuju dewasa,”tuturnya.
Oleh karena itu, agar dapat menjadi orang tua yang hebat untuk meningkatkan keterampilan, stimulasi orang tua yang memiliki anak usia dini. “Sekaligus menjadi orang tua yang mampu dan mengetahui pertumbuhan serta perkembangan anak sekaligus mampu mendeteksi dini penyimpangan perkembangan anak,” pungkas Nurul Hasanah Hidayati.(hud/ono).






