Padahal sebenarnya, MB lahir pada Tahun 1956. Di paspor Singapura itu juga dituliskan wilayah kelahiran, yakni Pachitan. Di Singapura juga ada wilayah dengan nama mirip Pacitan yaitu Kampong Pachitan off Changi Rd S’pore.
Bahkan MB juga sempat menikah dengan warga lokal Blitar dan menekuni profesi sebagai tenaga pendidik. Yakni dosen salah satu kampus di Kabupaten Tulungagung.
Pendataan dokumen keimigrasian kala itu masih menggunakan metode konvensional. Sehingga, warga asing ini bisa beraktivitas tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi.
Hasil konfirmasi ke Kedutaan Singapura, MB masih tercatat sebagai warga Singapura. Saat dicek ke Ditjen AHU, ternyata MB tidak pernah mengajukan perpindahan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). (par/wan)






