Berita  

MWCNU Sumawe Datangi PN Kepanjen Tunjukkan Tanah Wakaf Masjid Itu Sah

MEMOX.CO.ID – Sejumlah tokoh masyarakat termasuk Ketua Tanfidziah MWC NU Sumbermanjing Wetan (Sumawe) mendatangi kantor pengadilan negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang Rabu (10/7/2024).

Ia datang sebagai saksi atas sengketa tanah sekaligus untuk menyerahkan berkas tanah wakaf yang dibeli secara sah dan sudah dibangunkan masjid.

“Akan tetapi, tanah itu digugat oleh makelar dan melalui putusan sela pada tanggal 12 Juni 2024, PN Kepanjen memutus perkara tersebut. Salah satu petitumnya berbunyi untuk dilakukan pemberhentian pembangunan masjid,” kata kuasa hukum yang mendampingi Ketua Tanfidziah MWCNU Sumbermanjing Wetan Hamzah.

Padahal, lanjut Hamzah, pembelian tanah yang diwakafkan untuk masjid seluas 1000 meter persegi yang berada di Desa Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, itu dibeli secara sah dan lunas.

Sementara itu, ABD. Aziz Mufti ketua Tanfidziah MWCNU Sumbermanjing Wetan menambahkan, masjid Al-Hidayah itu sudah dibangun 80 persen. Dan targetnya, pada 11 Agustus 2024 nanti, masjid itu akan diresmikan oleh Bupati Malang dan Ketua PCNU Kabupaten Malang.

“Pembangunannya sejak Januari 2024. Saat ini sudah 80 persen. Dan tanah itu sudah diwakafkan untuk dibangun masjid sejak 13 Desember 2023 dengan kapasitas jamaah sekitar 300 jamaah,” tuturnya.

Sementara itu, Humas PN Kepanjen, Kabupaten Malang, Muhamad Aulia Reza Utama menegaskan, PN Kepanjen membenarkan adanya pemberhentian segala aktivitas di atas objek tersebut setelah keluar putusan sela pada 12 Juni 2024.

“Tetapi, pada intinya dari putusan sela itu, supaya tidak menimbulkan kerugian material yang lebih besar,” katanya.

Karena jika objek sengketa tanah tersebut dimenangkan oleh penggugat, maka bangunan yang dalam hal ini masjid tersebut nantinya bisa dirobohkan.

“Intinya agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. Dan kasus ini masih terus berlanjut pembuktiannya. Intinya itu,” tutup Reza (nif).