Indeks
Hukum  

Meriahkan HUT ke-81 RI, Ibu-Ibu PKK Desa Gelam Sidoarjo Sulap Bumbu Dapur Jadi Buket Kreatif

Meriahkan HUT ke-81 RI, Ibu-Ibu PKK Desa Gelam Sidoarjo Sulap Bumbu Dapur Jadi Buket Kreatif
Ketua PKK Desa Gelam Sri Astuti Ningsih bersama peserta lomba merangkai buket bumbu dapur tingkat desa dalam rangka memperingati HUT ke 81 RI. (dok)

MEMOX.CO.ID – Kreativitas dan ketelatenan ibu-ibu PKK Desa Gelam, Kecamatan Candi, Sidoarjo terlihat dalam lomba merangkai buket berbahan bumbu dapur dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Rabu (19/8/2026.

Kegiatan berlangsung meriah. Sebanyak 29 RT di Desa Gelam ambil bagian. Masing-masing RT mengirimkan dua peserta untuk beradu kreativitas mengubah beragam bumbu dapur menjadi buket yang menarik, estetik, sekaligus memiliki nilai ekonomi. Hasil penilaian menetapkan juara 1 no 7, juara 2 no urut 23 dan juara 3 no urut 24.

Ketua PKK Desa Gelam, Sri Astuti Ningsih, mengatakan lomba tersebut menjadi salah satu bentuk rasa syukur dan ungkapan kebahagiaan atas kemerdekaan Republik Indonesia yang telah memasuki usia ke-81.

“Lomba merangkai buket bumbu dapur ini sebagai ungkapan syukur kita atas kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ujarnya.

Salah satu peserta dari RT 21 sangat antusias mengikuti lomba merangkai buket bumbu dapur. (dok)

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Lebih jauh, kegiatan itu diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas kaum perempuan, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan.

Bumbu dapur yang selama ini hanya dipandang sebagai kebutuhan sehari-hari, kata Sri Astuti, ternyata dapat dikreasikan menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.

“Yang dulunya istilahnya tidak bernilai guna, setelah dirangkai menjadi sebuah buket, nilai gunanya sangat tinggi dan bisa menghasilkan uang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Saktiyah, berharap lomba merangkai buket bumbu dapur dapat menjadi agenda kreatif yang terus digelar setiap tahun di Desa Gelam.

“Kami berharap kegiatan lomba merangkai buket bumbu dapur ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Sesuai arahan dari Kecamatan Candi, kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi masing-masing desa untuk menonjolkan inovasi dan kreativitas,” tegasnya.

Sementara itu, Nur Indriyani, Ketua Tim PKK Kecamatan Candi sekaligus juri lomba, menjelaskan terdapat sejumlah kriteria yang menjadi dasar penilaian.

Salah satunya adalah aspek estetika, termasuk keberagaman jenis bumbu dapur yang digunakan dalam rangkaian.

“Dalam lomba merangkai buket bumbu dapur ini ada beberapa kriteria penilaian, di antaranya estetika. Kami melihat dari banyaknya varietas bumbu dapur yang digunakan,” jelasnya.

Selain komposisi dan keberagaman bumbu, juri juga memperhatikan keindahan perpaduan warna antara rempah-rempah dengan kertas pembungkus buket. Faktor kebersihan selama proses pengerjaan hingga saat karya ditampilkan juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

“Posisi buket, perpaduan warna dari bumbu rempah dan kertas pembungkus, kemudian kebersihan pada saat pelaksanaan lomba dan ketika ditampilkan, juga kami perhatikan,” tambah Nur Indriyani.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kader PKK Desa Gelam saja. Kreativitas yang ditampilkan dalam lomba diharapkan dapat menular kepada lebih banyak perempuan dan ibu rumah tangga di desa.

“Harapan kami ke depan, kegiatan lomba ini tidak hanya untuk kader PKK Gelam, tetapi bisa membawa dan menggerakkan semua ibu rumah tangga, tidak hanya kader, untuk mengembangkan kreativitasnya demi kejayaan PKK,” pungkasnya.

Salah satu peserta RT 21 ibu Serin mengatakan,pembuatan buket bumbu dapur sangat menantang ada bumbu Istan dan bumbu asli, jadi pembuatan harus hati-hati. (nas/dar)

Exit mobile version