MEMOX.CO.ID — Sebanyak 38.142 warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) dari pemerintah pusat. Masing-masing penerima menerima bantuan senilai Rp900 ribu. Namun, pelaksanaan bantuan ini memunculkan keluhan karena dinilai tidak tepat sasaran, terutama di sejumlah desa.
Salah satu kasus muncul di Dusun Tengginah, Desa Sumberanyar, Kecamatan Maesan, di mana seorang warga miskin bernama Misjani (60) tidak masuk dalam daftar penerima bantuan, meskipun kondisinya memprihatinkan. Sebaliknya, beberapa warga yang tergolong mampu justru mendapatkan BLTS tersebut.
Kerabat Misjani, Nandari, mengungkapkan keprihatinannya atas ketidaktepatan data penerima.
“Mbah Misjani itu hidup sendirian dan mengurus dua keponakannya yang jadi anak angkatnya. Dari kondisi rumah saja sudah kelihatan kalau beliau lebih berhak,” ujarnya, dikonfirmasi, Minggu (30/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa rumah Misjani hanya terbuat dari bambu dan telah lama tidak layak huni. Kondisi itu sangat kontras dengan sebagian penerima bantuan lain di wilayahnya.
“Yang dapat bantuan malah rumahnya tembok dan punya sawah banyak. Sementara mbah Misjani kerja serabutan dan tidak punya penghasilan tetap,” tambahnya.
Menurut Nandari, selama ini Misjani tidak pernah tersentuh program bantuan pemerintah, termasuk program perbaikan rumah yang pernah dijanjikan.
“Dulu rumahnya sudah difoto untuk dibedah, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah melakukan evaluasi ulang terhadap data penerima BLTS Kesra agar bantuan dapat benar-benar menyasar masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kami hanya berharap ke depan datanya diperbaiki. Kasihan masyarakat yang betul-betul berhak tapi tidak menerima,” tutupnya. (rif/syn)






