Malang – MEMOX.CO.ID – Pertandingan final cabang olahraga (cabor) futsal putra antara Malang melawan Surabaya kembali diwarnai kericuhan. Laga yang digelar di Politeknik Negeri Malang ini harus dihentikan sebelum waktu pertandingan usai akibat aksi tidak sportif dari suporter pada (27/06/2025).
Pertandingan Memanas Sejak Awal
Surabaya unggul lebih dulu di babak pertama dengan skor 0-1. Di babak kedua, hanya dalam waktu lima menit, mereka kembali mencetak gol, memperlebar jarak menjadi 0-2. Namun, situasi mulai memanas ketika sisa waktu tinggal 8 menit.
Aksi provokatif dan emosi tinggi memicu keributan di tribun. Suporter Malang melemparkan berbagai benda, seperti korek api, botol, dan sampah, ke arah kiper Surabaya serta lapangan. Wasit pun memutuskan menghentikan pertandingan dan tidak melanjutkannya lagi, meski masih tersisa 10 menit.

Panitia Tunda Pertandingan, Kemungkinan Tanpa Penonton
Ichwan Rosandi, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan, menyatakan bahwa pertandingan akan ditunda selama sekitar satu minggu. “Hasilnya akan diputuskan kemudian, tetapi kemungkinan besar tidak dilanjutkan di sini. Jika ada lokasi lain, pertandingan akan digelar tanpa penonton,” ujarnya.

Malang dan Masalah Kericuhan Suporter yang Tak Kunjung Usai
Insiden ini kembali mempertanyakan kedisiplinan suporter Malang, khususnya dalam ajang olahraga seperti sepak bola dan futsal. Kericuhan serupa telah terjadi berulang kali, menunjukkan bahwa pembelajaran dari kejadian sebelumnya masih minim.
“Malang tidak pernah belajar dari kericuhan. Masalah seperti ini terus berulang, terutama di olahraga yang melibatkan rivalitas tinggi,” ungkap seorang pengamat olahraga setempat.
Harapannya, pihak berwenang dan komunitas suporter dapat mengambil langkah tegas untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Olahraga seharusnya menjadi ajang persaingan sehat, bukan tempat untuk anarkisme. (Crs)






