Ketum KONI Jatim Minta Trenggalek Fokus Cabor Unggulan untuk Dongkrak Prestasi

Ketum KONI Jatim Minta Trenggalek Fokus Cabor Unggulan untuk Dongkrak Prestasi
Ketua KONI Jatim Mochamad Nabil usai melantik pengurus KONI Trenggalek yang baru. (dok koni)

MEMOX.CO.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Mochamad Nabil, menyoroti kondisi prestasi kontingen Kabupaten Trenggalek yang dinilai masih terpuruk dalam dua gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), bahkan kerap berada di posisi juru kunci perolehan medali.

Hal tersebut disampaikannya usai melantik Ketua KONI Trenggalek periode baru, Doding Rahmadi, Kamis (23/4/2026). Nabil menekankan bahwa kunci kebangkitan prestasi terletak pada konsistensi.

“Jadi tidak hanya konsisten dalam pembinaan, tapi juga harus konsisten dalam mengikuti kejuaraan atau bertanding agar atlet bisa beradaptasi dan menambah jam terbang,” ujar Nabil.

Ia berharap di bawah kepemimpinan baru, ada peningkatan signifikan. Antusiasme ketua yang baru dilantik dinilai menjadi sinyal positif untuk mendongkrak prestasi di berbagai event, termasuk Porprov.

Salah satu strategi yang disarankan adalah melakukan identifikasi cabang olahraga (cabor) atau nomor-nomor yang menjadi unggulan dan diprioritaskan untuk mendulang medali.

“Kalau memang belum bisa di level cabor, silahkan difokuskan ke nomor-nomor unggulan, baik itu yang bersifat tim maupun individual,” tegasnya.

Nabil juga memastikan KONI Jatim siap mendukung penuh upaya KONI Trenggalek untuk mempersiapkan Porprov 2027.

“Silahkan teman-teman datang ke Surabaya untuk memaparkan rencana programnya, atau tim kami yang akan turun langsung ke Trenggalek,” ucapnya.

Terkait fenomena mutasi atlet, Nabil menjelaskan bahwa sebentar lagi akan ada aturan terkait pembatasan jumlah atlet, khususnya yang berasal dari luar wilayah Jawa Timur.

“Kalau sesama daerah di Jatim tidak masalah, karena ujungnya tetap atlet Jatim. Persoalannya jika dari luar daerah, kita agak sulit membangun komitmen jangka panjang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa jika atlet berasal dari luar daerah, maka komitmennya harus bulat menjadi bagian dari atlet Jatim.

“Tidak ada larangan khusus karena sudah ada payung hukumnya, tapi soal mau atau tidak menerima, itu kembali ke kebijakan masing-masing daerah,” tutupnya. (fin/syn)