Indeks

Kasus Influenza di Bondowoso Meningkat, Dinkes Pastikan Masih Terkendali

Kasus Influenza di Bondowoso Meningkat, Dinkes Pastikan Masih Terkendali
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Moch. Jasim saat dikonfirmasi awak media di ruang Robusta Pemkab Bondowoso, Rabu 23 September 2026. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso mencatat adanya peningkatan kasus influenza dalam dua pekan terakhir. Meski demikian, peningkatan tersebut masih berada di bawah tren kasus pada periode sebelumnya sehingga dinilai masih dalam kondisi terkendali.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Moch. Jasim, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap sejumlah rumah sakit di wilayah Bondowoso terkait perkembangan kasus influenza.

“Memang dua minggu ini meningkat, tetapi masih di bawah kurva beberapa bulan yang lalu. Jadi masih dalam kondisi terkendali,” ujarnya, dikonfirmasi Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, pemantauan kasus dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan pemantauan terakhir, tren kasus influenza justru mulai mengalami penurunan pada pekan ini.

Ia juga menjelaskan bahwa hingga kini belum terdapat laporan kasus influenza yang telah terdiagnosis secara spesifik di sejumlah fasilitas kesehatan. Keluhan yang ditemukan umumnya berupa batuk dan demam tinggi, namun tidak seluruhnya dapat dikategorikan sebagai influenza.

“Belum ada yang terdiagnosis sebagai influenza,” ujarnya.

Jasim menyebut gejala influenza pada umumnya ditandai dengan demam tinggi, yang dapat mencapai 39 derajat Celsius atau lebih, disertai keluhan seperti batuk. Kondisi perlu lebih diwaspadai apabila dialami anak-anak maupun pasien yang memiliki penyakit penyerta karena memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.

Di sisi lain, Dinkes Bondowoso mengakui adanya peningkatan jumlah pasien anak yang menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, berdasarkan koordinasi dengan tenaga medis, kasus tersebut tidak seluruhnya disebabkan influenza dan ditemukan pula penyakit penyerta lainnya.

“Gejala influenza umumnya ditandai demam tinggi hingga 39 derajat Celsius atau lebih, disertai batuk. Anak-anak dan pasien dengan penyakit penyerta perlu lebih diwaspadai karena berisiko mengalami komplikasi,” jelasnya.

Terkait kondisi keterisian rumah sakit, dia mengatakan sejumlah rumah sakit di Bondowoso mengalami peningkatan beban pelayanan, terutama pada pasien anak. Namun, kondisi tersebut belum seluruhnya dapat disebut penuh.

Untuk pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, fasilitas kesehatan akan melakukan rujukan ke rumah sakit.

Dinkes Bondowoso mengimbau masyarakat tetap menerapkan langkah pencegahan, seperti menggunakan masker saat berada di tengah kerumunan atau ketika mengalami gejala sakit, menjaga pola makan bergizi, serta mencukupi waktu istirahat.

Jasim menambahkan, berdasarkan pemantauan Dinkes, belum terdapat laporan kematian yang dikaitkan dengan influenza di Bondowoso.

“Sampai saat ini belum ada laporan kematian yang dikaitkan dengan influenza di Bondowoso,” pungkasnya.(rif/syn)

Exit mobile version