Indeks

Peduli Kelestarian Lingkungan, Sumail Abdullah Bagikan Puluhan Ribu Bibit Produktif di Bondowoso

Peduli Kelestarian Lingkungan, Sumail Abdullah Bagikan Puluhan Ribu Bibit Produktif di Bondowoso
Anggota DPR RI fraksi Gerindra komisi IV dapil III Jatim, Ir. H. Sumail Abdullah saat menghadiri acara sosialisasi dan bimtek di Bondowoso, Sabtu, 7 November 2026. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Komisi IV, Ir. H. Sumail Abdullah, mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan perekonomian melalui program Kebun Bibit Rakyat (KBR).

Dorongan tersebut disampaikan Sumail saat menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) bertema “Hutan Lestari, Masa Depan Berkelanjutan” di Cafe Persahabatan Korban Janji (KJ), Kecamatan Bondowoso, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sumail menyerahkan puluhan ribu bibit tanaman produktif dan tanaman kayu kepada kelompok masyarakat di daerah pemilihan Jawa Timur III yang meliputi Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.

“Diharapkan dari kegiatan Bimtek ini tumbuh kesadaran masyarakat untuk terus menjaga ekologi dan ekosistem, khususnya lahan-lahan kritis maupun kawasan hutan yang perlu ditanami kembali melalui reboisasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, program RHL tidak hanya bertujuan memulihkan lahan kritis dan menjaga kelestarian ekosistem hutan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan tanaman produktif.

Menurut dia, setiap kelompok tani hutan di wilayah penyangga mendapatkan alokasi sekitar 35.000 bibit, terdiri atas tanaman kayu dan tanaman buah-buahan, termasuk petai.

Bibit tersebut selanjutnya harus disemai, dipelihara, dan dipantau secara mandiri oleh kelompok penerima agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Ini menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ada sekitar 35.000 bibit, baik tanaman kayu maupun tanaman buah, yang ditanam dan hasilnya nanti dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Sumail menambahkan, keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi antara Kementerian Kehutanan, Perhutani, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah daerah.

Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar pelaksanaan program kehutanan berjalan efektif tanpa terhambat kepentingan sektoral.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Hutan tidak cukup hanya dijaga oleh personel kementerian, tetapi harus kita jaga bersama. Masyarakat perlu diberikan pemahaman agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar yang berisiko menimbulkan kebakaran tidak terkendali,” tegasnya.

Selain rehabilitasi lahan, Sumail mendorong pengembangan sistem agroforestri dan pendampingan intensif terhadap Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Dukungan terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk penyelarasan akses pupuk bersubsidi, juga dinilai penting untuk menunjang produktivitas.

Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengelola potensi kawasan sekitar hutan secara produktif tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Dengan demikian, rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada pemulihan ekosistem, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Rehabilitasi hutan harus sejalan dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.” pungkasnya. (rif/syn)

Exit mobile version