MEMOX CO.ID – Dunia pariwisata sedang melirik Kota Malang, kenapa? Karena Kota Malang memiliki Kampoeng Heritage Kajoetangan di dalam kawasan Kayutangan Heritage. Kampung yang berada di jantung kota dan kini telah menjadi jujukan wisatawan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen melestarikan cagar budaya yang disinergikan dengan pengembangan pariwisata. Komitmen itu tertuang dalam program Malang City Heritage sebagai satu dari enam komponen The Future of Malang. Lima komponen lainnya ialah Malang Creative, Malang Halal, Malang Service, Malang Nyaman dan Malang 4.0.
Wali Kota Malang Sutiaji menetapkan 32 objek sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018, termasuk kawasan Kayutangan. Kawasan ini memiliki nilai historis sebagai pusat bisnis di tengah kota pada masa kolonial. Hingga saat ini, keaslian dan kekayaan bangunan di kawasan itu masih dipertahankan.
Sutiaji bahkan menyebut Kayutangan sebagai ‘ibu kota’ heritage atau warisan Malang Raya. “Kalau Yogyakarta punya Malioboro, Semarang punya Kota Lama, maka Kota Malang menyiapkan kawasan Kayutangan sebagai daya tarik kota,” kata Sutiaji, 29 Juni 2021 lalu.
Di dalam kawasan Kayutangan Heritage, ada Kampoeng Heritage Kajoetangan yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim gang II, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Rutenya cukup mudah ditempuh dari pusat kota. Berangkat dari tengah kota yaitu Alun-Alun Tugu Malang menuju Kampoeng Heritage Kajoetangan, jaraknya sekitar 1,5 kilometer, sangat dekat dengan jantung kota.
