MEMOX.CO.ID – Sejumlah jurnalis di Kabupaten Bondowoso menggelar aksi damai di Bunderan Museum Kereta Api, Kecamatan Bondowoso, Senin (27/7/2026). Mereka protes terhadap pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menganalogikan wartawan dengan istilah “Londo Ireng”.
Dalam aksi itu, para jurnalis menyampaikan aspirasi melalui orasi serta membentangkan sejumlah poster bertuliskan “Kami Ireng tapi Bukan Londo”, “Londo Ireng Bukan Pers”, dan “Kritik adalah Hak bukan Londo Ireng”. Setelah berorasi, massa membagikan bunga mawar hitam kepada para pengendara yang melintas, kemudian menutup rangkaian aksi dengan berjalan mundur sebagai simbol penyampaian sikap.
Salah satu orator aksi, Bahri, menegaskan bahwa insan pers di Bondowoso mengecam pernyataan Presiden yang dinilai mencederai kehormatan profesi wartawan.
“Pernyataan seperti itu tidak patut diucapkan oleh seorang kepala negara,” ujar pria yang juga Wakil Ketua PWI Bondowoso.
Menurutnya, jurnalis merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi karena menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran sebagai pengawal demokrasi melalui fungsi watchdog dan check and balances guna mencegah penyalahgunaan kekuasaan, sehingga tidak semestinya mendapat stigma yang merendahkan.
Dalam pernyataan sikapnya, para jurnalis mendesak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers atas penggunaan istilah yang dinilai merendahkan profesi wartawan.
“Meminta seluruh pejabat negara menghormati kemerdekaan pers sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ujarnya.
Selain itu, mereka juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk intimidasi, stigmatisasi, kriminalisasi, maupun upaya pelemahan terhadap kerja-kerja jurnalistik. Para peserta aksi mengajak seluruh organisasi pers, perusahaan media, jurnalis, akademisi, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama menjaga kemerdekaan pers sebagai salah satu fondasi demokrasi.
Mereka juga menegaskan komitmen untuk tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, berimbang, serta berpihak pada kepentingan publik.
Menutup aksi, para jurnalis menyampaikan pesan langsung kepada Presiden melalui satu kalimat yang menjadi simbol sikap mereka.
“Pak Presiden, kami ireng tapi kami bukan Londo,” pungkasnya.(rif/syn)






