MEMOX.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Pameran Literasi, Festival Literasi, dan Ngobrol Literasi Bersama Bupati dan Bunda Literasi Daerah Tahun 2026, Senin (27/7/2026). Kegiatan sebagai langkah nyata memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) itu yang digelar di Dinas Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan yang berlangsung hingga 31 Juli 2026 ini menjadi bagian dari implementasi Misi RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029, yakni meningkatkan daya saing SDM melalui pelayanan yang berorientasi pada kemampuan dan keberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan zaman.
“Budaya membaca harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga membentuk karakter, melatih cara berpikir kritis, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga meluncurkan program “Mas Bocil Menuju Bondowoso Berkah” (Masyarakat Bondowoso Cinta Literasi) sebagai gerakan bersama untuk menumbuhkan minat baca di seluruh lapisan masyarakat melalui kolaborasi sekolah, keluarga, pemerintah, dan komunitas.
Menurutnya, Festival Literasi 2026 bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial, melainkan menjadi simbol tekad bersama untuk membangun budaya literasi yang kuat di tengah masyarakat.
“Kita berharap ini menjadi simbol tekad bersama untuk terus mendorong literasi dan membudayakan membaca di tengah masyarakat,” katanya.
Beragam kegiatan diselenggarakan dalam festival ini, mulai dari pameran literasi, pemberian penghargaan kepada pegiat literasi, hingga dialog interaktif bersama Bupati dan Bunda Literasi Daerah. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, inklusif, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menanamkan budaya membaca sejak usia dini.
“Mari manfaatkan Festival Literasi ini sebagai ruang belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan kreativitas. Jadikan membaca sebagai budaya yang terus tumbuh dan mengakar di Bondowoso demi mewujudkan SDM yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter,” pungkasnya.(rif/syn)






