Gresik Ajukan Status KLB PMK

Gresik, Memo X – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak khususnya sapi meluas. Untuk itu, pemerintah daerah Gresik mengajukan status kejadian luar biasa ke Kementerian Pertanian RI. Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anandito Putro mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat dan laporan terkait wabah PMK.


“Terkait permintaan status KLB, sudah kita kirim ke Ibu Gubernur tanggal 6 Mei 2022 sebagai lampiran surat ke Kementan RI,” katanya, Senin (9/5/2022).


Dikatakan Eko, wabah PMK di Gresik terus meluas. Per hari ini ada 729 ekor sapi yang terindikasi di 26 desa, 7 kecamatan yakni Wringinanom, Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti, Kedamean dan Driyorejo.


“Total populasi sapi di kandang yang diidentifikasi 959 ekor, terindikasi sakit 729 ekor. Sembuh 10 ekor dan mati 13 ekor serta potong paksa 26 ekor,” katanya.


Dikatakan Eko, seuai arahan Gubernur Jatim pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipatif. Diantaranya, menutup sementara pasar hewan serta pembatasan lalulintas ternak.


Kemudian, pelaksanaan pemusnahan terbatas pada ternak terinfeksi. Melakukan penyiapan vaksinasiterhadap seluruh ternak dengan cakupan 70 persen. “Juga pengobatan simtomatis pada ternak yang terjangkit,” imbuh dia.


Sebagai informasi, tanda klinis penyakit PMK pada hewan ternak meliputi, demam tinggi (39-41 derajat celcius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah.


Kemudian, sapi juga tidak mau makan, kaki pincang, Luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus.


Selain Gresik, wabah PMK juga menyerang banyak hewan ternak sapi di empat daerah di Jatim. Yakni, Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto. Fenomena yang mendapat perhatian serius dari Gubernur, Khofifah Indar Parawansa dan Kementerian Pertanian RI.


Diketahui, seribuan hewan ternak di Jawa Timur diserang penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyakit ini disebut menyebar lewat lendir dan angin, menyerang sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen.


Hewan ternak yang terjangkit PMK memiliki tanda klinis seperti demam tinggi, mulai 39 hingga 40 derajat celsius, keluar lendir berlebihan dari mulut hewan, dan berbusa.


Selain itu, terdapat luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, luka pada kaku dan diakhiri lepasnya kuku, kaki pincang, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis, hingga kurus.


Saat ini, penyakit tersebut telah ditemukan di empat kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Penyakit menular ini menyerang sekitar 1.600 ekor ternak sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto.
Salah satu peternak di Lamongan, H Supar menceritakan penyakit yang menyerang salah satu sapi yang dibelinya di pasar. Akhirnya, penyakit itu menular ke 53 sapi miliknya yang lain hingga menunjukkan gejala khusus.


“Gejala awalnya seperti pincang, terus seperti keluar lendir berlebihan dari mulut disertai busa, terdapat pula luka-luka menyerupai sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak makan, luka pada kaki dan disusul kuku mengelupas,” jelas Supar mengungkap gejala awal yang dialami hewan ternaknya, dikutip dari detikJatim. (sgg/red)