Gapoktan Tebu Tulungagung Setor Giling Tidak Menunggu Musiman

Panen tebu di Kabupaten Tulungagung
Panen tebu di Kabupaten Tulungagung

Diketahui gula merah berasal dari dari sukrosa 95 persen dan molase 5 persen. Sukrosa terdiri dari 50 persen fruktosa dan 50 persen glukosa.

Gula ini memiliki tekstur sedikit lembab. Pasalnya, penambahan molase. Bila dibandingkan gula putih, ukuran butirannya halus dan seragam. Brown sugar akan mudah larut di dalam cairan seperti mentega yang mudah leleh.

Dengan mengadopsi tebu-tebu yang jangka pendek, bisa mempercepat 6 bulan sudah bisa panen dan kualitas gula didalamnya jauh lebih tinggi. Bibit yang dicari tinggi, sementara ini kita di pertebuan nasional tata kelola untuk pola tanam 2 tidak pas.

Ia mencoba menggunakan pola panjang untuk mengubah paradigma seperti di Thailand. Yaitu membuat 6 bulan bisa panen dengan Bibit Kunken atau Cening dan sudah mulai beroperasi musim tanam tahun ini.

Bibit yang ditanam, menurutnya sistem penangkaran yang ini menjadi permasalahan pokok. Pasalnya, petani tebu untuk pola tanam tebu giling tidak memakai bibit yang dari penangkaran.

Sebab, untuk memperoleh hasil yang maksimal, tanam tebu harus ada penangkaran bibit yang jelas. Hal itu yang menjadi kesalahan fatal yang ada di petani Indonesia.