MEMOX.CO.ID – Pemkab Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang gelar kegiatan koordinasi mengenai pemutakhiran data Sarpras
kepara operator dapodik sebagai verifikasi. Bertempat di Aula 1 Dikdisbud. Jumat (27/2/2026)
Kepala Bidang Pembinaan SD, Rhendra Kusuma, yang membuka acara tersebut secara resmi, menyoroti aspek krusial dari akurasi data Dapodik.
Ia menekankan bahwa setiap entri data harus valid dan sesuai realitas. Hal ini dikarenakan Dapodik berfungsi sebagai instrumen vital yang menentukan arah kebijakan pendidikan di masa mendatang.
“Data siswa dan data lembaga pada Dapodik harus benar-benar valid sesuai dengan kenyataan yang ada. Data itu dijadikan acuan dalam pemberian bantuan, penerbitan ijazah elektronik (e-ijazah), dan berbagai layanan pendidikan lainnya,” jelas Rhendra.
Ia juga menjelaskan bahwa sinkronisasi data sangat memengaruhi kelancaran layanan pendidikan. Hal ini menempatkan operator Dapodik pada posisi yang krusial, karena kualitas data yang mereka kelola menjadi penentu efektivitas layanan bagi sekolah maupun peserta didik.
Penjelasan mengenai tata cara verifikasi disampaikan oleh Ahmad Jalalludin selaku Kepala Seksi Kelembagaan Sarana Prasarana SD.
Ia menekankan bahwa operator harus memastikan data fasilitas sekolah, seperti gedung, ruang belajar, dan sarana pendukung selalu selaras dengan keadaan terkini melalui pembaruan data secara berkala.
Melalui sosialisasi ini, Disdikbud Jombang berupaya menyatukan standar pemahaman operator dalam menjaga kualitas data sesuai prosedur.
Validitas data tersebut menjadi kunci utama agar perencanaan pembangunan dan penyaluran berbagai program pendidikan di wilayah Jombang dapat tepat sasaran dan akuntabel. (kel/fik)






