MEMOX.CO.ID – Pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026. Pemerintah memberikan Remisi Umum (RU) kepada 174.791 narapidana dan anak binaan di seluruh Indonesia, Senin (17/08/26).
Dari total penerima remisi 174.791 orang terdiri dari narapidana dan anak binaan). Untuk Remisi Umum (RU) II langsung bebas sebanyak 3.563 hingga 3.591 orang langsung bebas setelah menerima remisi.
Adanya remisi ini mampu menghemat anggaran negara untuk biaya makan narapidana dan anak binaan hingga Rp358,9 miliar.
Seperti yang disampaikan (Kalapas) Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar, untuk Lapas Malang pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI telah memberikan remisi kepada 1.752 narapidana sedangkan bagi narapidana yang langsung pulang sebanyak 17 orang narapidana.
Syarat dan Ketentuan mendapatkan remisi bagi warga binaan yang telah menjalani masa pidana minimal 6 bulan.Berkelakuan baik dan tidak tercatat melakukan pelanggaran (tidak masuk Register F).
Serta aktif mengikuti program pembinaan di lembaga pemasyarakatan.Pemberian RU dan PMPU semoga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dengan mengikuti seluruh program pembinaan yang ada di Lapas Kelas 1 Malang.
Pemberian remisi ini merupakan implementasi dari hak para narapidana untuk mendapatkan pengurangan hukuman penjara sesuai dengan peraturan yang berlaku,”ujarnya.
Lanjutnya, untuk Lapas Malang membawahi tiga wilayah yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Dengan rincian jumlah narapidana dari Kota Malang sebanyak 638 orang , Kabupaten Malang 1.330 orang dan Kota Batu 124 orang,” terangnya.
Pada kegiatan pemberian remisi yang digelar Lapas Kelas 1 Malang dihadiri Forkopimda wilayah Malang Raya antara lain Walikota Malang Wahyu Hidayat yang sekaligus juga memberikan kata sambutannya.
Perlu diketahui untuk tiga wilayah penerima RU terbanyak adalah Jawa Barat dengan 19.269 Narapidana, disusul Sumatra Utara 18.222 Narapidana, dan Jawa Timur 14.673 Narapidana.
Untuk PMPU, jumlah penerima tertinggi tercatat di Sumatra Utara 94 Anak Binaan, diikuti Jawa Barat 86 Anak Binaan, dan Jawa Timur 85 Anak Binaan.(fik/*).
