Berikut cara masyarakat untuk menjaga kesehatan mental di masa pandemi dan krisis ekonomi ini. Pertama, membatasi informasi yang berlebihan mengenai covid-19.
Kedua, melakukan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan untuk menghindari perasaan yang tidak nyaman. Ketiga, menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga dan kerabat melalui quality time untuk bercerita dan bertukar pikiran. Keempat, melakukan olahraga secara teratur yang diimbangi dengan makan makanan yang bergizi. Kelima, beribadah dan berdoa.
Dampak inflasi pada individu dengan pendapatan tetap atau tidak mengalami kenaikan pendapatan adalah orang tersebut cenderung mengurangi jumlah barang yang dikonsumsi. Ada sebagian orang akan mengurangi tabungan dan investasinya, atau bahkan mencairkan tabungan dan investasinya, untuk mempertahankan sebagian pola konsumsinya.
Di masa ekonomi yang sulit, peristiwa seperti kehilangan pekerjaan atau penyitaan rumah, juga bisa memperburuk masalah kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya. Apalagi pada masa pandemi ini memburuknya kondisi ekonomi berlanjut selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Pada tahun 2023, Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan investasi, memperkuat perdagangan internasional, dan membangun infrastruktur. Meskipun masih ada tantangan yang perlu diatasi, potensi ekonomi Indonesia tetap besar. Dengan kebijakan yang tepat, kolaborasi sektor publik dan swasta, serta pemberdayaan sumber daya manusia, Indonesia dapat terus maju sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia Tenggara.
Berbagai persoalan ekonomi di Indonesia termasuk rendahnya kinerja pajak dan daya saing rakyat, kemiskinan, ketimpangan sosial dan tingginya pengangguran. Demi mendorong pertumbuhan ekonomi diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat. Pemerintah harus mempertimbangkan industri yang terkena dampak dan menyediakan dukungan keuangan yang memadai.
Sektor swasta harus terus menerus berinovasi dan menciptakan peluang kerja, terutama di bidang-bidang yang mempunyai potensi pertumbuhan. Agar masyarakat mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif maka, sangat diperlukan masyarakat untuk terus meningkatkan keterampilan dan keahliannya. “Resesi ekonomi yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja, penurunan pendapatan, dan lain-lain bisa memengaruhi kesehatan mental secara signifikan. Kondisi ekonomi tersebut bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental hingga perilaku bunuh diri” (*).






