Indeks

BPBD Bondowoso Bekali Relawan Teknik Water Rescue untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Kecelakaan Air

BPBD Bondowoso Bekali Relawan Teknik Water Rescue untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Kecelakaan Air
Tim BPBD Bondowoso saat melakukan simulasi penyelamatan pada korban di perairan di Sampean Baru, Minggu 27 September 2026. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kecelakaan di wilayah perairan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso.

Salah satunya melalui simulasi pertolongan di air atau water rescue yang diikuti puluhan relawan. Pelatihan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sungai se-Dunia yang diselenggarakan komunitas pegiat sampah Sarka Space. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Bendungan Sampean Baru, Desa/Kecamatan Tapen, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (27/9/2026).

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bondowoso, Bagus Heri Saputra, mengatakan pelatihan tersebut penting mengingat aktivitas masyarakat di sekitar sungai memiliki potensi risiko kecelakaan air. Terlebih, sejumlah wilayah Bondowoso berada di sepanjang aliran sungai yang memiliki karakteristik arus berbeda-beda.

“Kerawanan kecelakaan air di Bondowoso lumayan tinggi karena wilayah kita berada di sepanjang pesisir sungai,” ujarnya.

Menurutnya, kecelakaan di perairan dapat terjadi ketika masyarakat beraktivitas di sekitar sungai tanpa memperhitungkan kondisi arus. Ketika arus semakin deras, seseorang yang tercebur ke sungai dapat dengan cepat terbawa aliran air, terutama jika tidak memiliki kemampuan berenang.

“Banyak kejadian masyarakat tercebur saat arus kencang. Kalau tidak punya skill berenang, akhirnya terseret,” jelasnya.

Dalam simulasi tersebut, sekitar 20 hingga 30 peserta mendapatkan pembekalan mengenai prosedur dasar penyelamatan korban di air. Peserta diperkenalkan dengan penggunaan perahu karet LCR serta berbagai perlengkapan keselamatan, seperti pelampung dan helm.

Tak hanya itu, peserta juga mempraktikkan teknik mengevakuasi korban dari air menuju daratan. Materi lainnya mencakup pemberian napas buatan menggunakan alat bantu serta tata cara penggunaan tandu untuk membawa korban menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

Salah seorang peserta, Arip, warga Kecamatan Jambesari Ds, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai keterampilan pertolongan di air relevan dengan kondisi Bondowoso yang memiliki sejumlah wilayah rawan kecelakaan di sepanjang aliran sungai.

Meski Bondowoso tidak memiliki wilayah laut, menurut Arip, kecelakaan air tetap berpotensi terjadi, khususnya di kawasan aliran Sampean Baru.

“Beberapa kali saya ikut meliput pencarian survivor Laka air di sekitaran sungai aliran sampean baru,” imbuhnya.

Ia menilai pengetahuan mengenai pertolongan dan keselamatan di air dapat menjadi bekal bagi masyarakat, khususnya mereka yang kerap melakukan aktivitas di sekitar sungai. Keterampilan tersebut juga dinilai dapat diterapkan ketika masyarakat beraktivitas atau berwisata di kawasan laut.

“Bencana dan apes itu bisa datang kapan saja, karena itu pembalajaran hari ini jadi bekal penting,” pungkasnya.

Melalui pelatihan tersebut, BPBD Kabupaten Bondowoso berharap para peserta tidak hanya memahami teknik dasar penyelamatan, tetapi juga semakin menyadari pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai maupun wilayah perairan lainnya.(rif/syn)

Exit mobile version