Beri Pelayanan Baik, Jangan Korupsi Waktu

33
0
KEBERSAMAAN : Wakil Bupati Didik Gatot Subroto Malang Foto Bersama Kadisnaker Yoyok Wardoyo dan stafnya. (ist)

Kunjungan Wabup Malang ke Kantor Disnaker

Malang, Memox.co.id – Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, mengunjungi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Rabu (24/3/2021) kemarin.

Kunjungan kali ini untuk bersilaturahmi dengan pegawai Disnaker sekaligus memotivasi pegawainya agar memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat dan tidak korupsi waktu serta korupsi uang Negara.

Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Drs Yoyok Wardoyo MM, juga menyampaikan bahwa
Disnaker mempekerjakan satu orang penyandang disabilitas. Dia adalah Sudarmaji, seorang tuli yang saat ini menjadi pramu kebersihan di lingkungan kantor.

Baca juga: Zona Kuning Tinggal 60 RT Lagi, 2.447 Orang Sembuh dari Covid-19

Tambah Yoyok, Darmaji juga seorang yang aktif dalam dunia disabilitas. Karena, saat ini
didapuk sebagai Ketua Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) Kabupaten Malang.

“Disnaker mempekerjakan difabel karena mengimplementasikan amanah dari undang-undang.
Khususnya UU nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dimana disebutkan bahwa instansi pemerintah wajib mempekerjakan dua persen difabel dari total keseluruhan karyawan. Sementara instansi swasta wajib mempekerjakan sebanyak satu persen,” beber Yoyok.

Hal itu dilakukan Yoyok, dalam rangka memenuhi amanah undang-undang ini, Disnaker mempekerjakan difabel.

Tak hanya itu, Yoyok juga menyampaikan bahwa dirinya kerap mengajak dan mengetuk hati para
pimpinan perusahaan agar mempekerjakan difabel. Hal ini sudah dibuktikan dengan memfasilitasi difabel tuli untuk bekerja di PT Cakra Guna Cipta.

Sementara itu,Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto menjelaskan, dalam kunjungan kali itu adalah untuk menekankan pada zona integritas. Selain itu juga memberikan wejangan kepada para karyawan Disnaker untuk memberikan pelayanan dengan senang hati dan tepat waktu alias tidak boleh korupsi waktu.

“Layani dengan senang hati. Dengan begini, maka rejeki-rejeki yang barokah akan mengalir
kepada kita,” kata Didik yang diamini oleh seluruh keluarga besar Disnaker.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang ini juga mengaku senang berkunjung ke kantor Disnaker. Karena dia seperti mendapatkan semangat baru. Laki-laki yang pernah 17 tahun menjadi kepala desa ini memberikan motivasi. Para staf yang usianya masih muda, memiliki kesempatan berprestasi dalam karir.

Tak hanya itu, Didik juga menyampaikan memiliki segudang informasi mengenai potensi pelatihan di seluruh dinas yang ada di Kabupaten Malang. Hanya saja kendalanya adalah tidak memiliki balai diklat.

“Saya berharap teman-teman dinas ada inovasi pelatihan yang bersinergi. Jika dikelola dengan baik akan menambahkan barokah. Doakan saya bisa memfasilitasi teman-teman dari dinas lain agar bisa memberikan pelatihan secara formal,” katanya.

Mantan ketua DPRD Kabupaten Malang ini menginstruksikan agar pelatihan yang diberikan
bukan hanya sekadar rutinitas untuk pemenuhan program saja. Melainkan disesuaikan dengan kebutuhan.

Sehingga anggaran APBD dapat dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat melalui fasilitasi pelatihan.

“Nanti ada monitoring dan dilaporkan kepada dinas terkait,” tegasnya. (sur/man)