MEMOX.CO.ID – Bank Jatim Cabang Jombang bersinergi dengan Pemkab Jombang dalam menyelenggarakan acara Ramadan Karim. Melalui keterlibatan sektor UMKM dan pendidikan,
Kegiatan dua hari ini bertujuan untuk mengakselerasi roda ekonomi daerah sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual kepada para siswa.
Menurut Pemimpin Bank Jatim Cabang Jombang, Hanif Julhamsyah, sinergi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam program Ramadan Karim memiliki misi besar. Program ini ditargetkan untuk melampaui rutinitas Ramadan biasa dengan menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha kecil di wilayah tersebut. Jumat (6/3/2026)
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi UMKM, termasuk yang berasal dari lingkungan sekolah dan madrasah, untuk ikut meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Hanif.
Di samping pemberdayaan UMKM, Bank Jatim membekali pelajar dengan literasi transaksi digital sejak hari pembukaan. Selain itu, terdapat program sembako murah bagi warga yang terintegrasi dengan dukungan terhadap UMKM melalui mekanisme belanja paket produk lokal sebelum mendapatkan akses harga khusus.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi lingkungan pendidikan serta pelaku UMKM di Kabupaten Jombang,” tambahnya.
Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, menyambut baik terobosan Bank Jatim ini. Ia menilai keharmonisan hubungan antara perbankan dan pemerintah daerah menjadi instrumen penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Jatim Cabang Jombang yang selama ini telah menjalin kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam berbagai program yang mendukung kesejahteraan masyarakat,” ucap Gus Wabup.
Sinergi ini diharapkan terus berjalan konsisten guna memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Rangkaian acara pun semakin semarak dengan lomba banjari tingkat SMP se-Kabupaten.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan yang menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini menjadi sarana edukasi untuk mencintai seni hadrah dan selawat sejak usia sekolah.
“Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga upaya membudayakan sholawat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda,” katanya.
Ia berharap para peserta mampu menunjukkan kompetensi terbaiknya dengan menjunjung tinggi kejujuran dalam berkompetisi. Selain itu, lomba ini diharapkan dapat menjadi titik awal pengembangan potensi diri pelajar untuk mencapai jenjang prestasi yang lebih tinggi. (kel/fik)






