MEMOX.CO.ID – Sebagai langka antisipasi terjadinya kemacetan yang berkepanjangan jelang perayaan Natal 2025 dan tahun baru 2025 (Nataru) Polresta Malang Kota telah memprioritaskan pengaturan titik titik kawasan yang rawan kemacetan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam suasana aman, kondusif, dan harmonis.
Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Agung Fitransyah menjelaskan kalau Operasi Lilin Semeru 2025 guna memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan masyarakat selama libur akhir tahun.
Seperti pada tahun-tahun terdahulu kami tetap terfokus pada jalur-jalur yang menjadi titik kepadatan menjelang Nataru seperti yang menjadi atensi dari Dirlantas.
Selain pengaturan arus lalu lintas, Satlantas Polresta Malang Kota juga akan meningkatkan pengawasan terhadap potensi gangguan ketertiban, salah satunya aksi balap liar yang kerap muncul saat libur panjang. “Jika ada potensi balap liar, pasti akan kami tertibkan,” tegasnya.
Dalam hal pengamanan titik wisata, Satlantas Polresta Malang Kota menyesuaikan karakter wisata di Kota Malang yang didominasi wisata kuliner. Beberapa kawasan yang menjadi fokus pengamanan di antaranya Kayutangan Heritage, Oro-Oro Dowo atau kawasan Grosam, serta Jalan Kawi.
“Di Kota Malang, titik wisatanya lebih ke arah kuliner. Karena itu, pengamanan dan pengaturan lalu lintas difokuskan di kawasan-kawasan tersebut,” ungkapnya.
Terkait rekayasa lalu lintas, Agung menyebut skema pengaturan arus akan difokuskan pada pintu masuk Kota Malang dari arah utara dan barat. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional dan akan diterapkan jika terjadi kepadatan yang signifikan.
Menjelang Tahun Baru, puncak arus kendaraan diprediksi terjadi pada 29 Desember sampai 2 Januari 2026,” kata Agung.

Sebagai bagian dari Operasi Lilin Semeru 2025, Polresta Malang Kota juga telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan. Tercatat, empat Pos Pengamanan (Pos Pam) didirikan di titik-titik pintu masuk Kota Malang yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.
Adapun titik rawan kemacetan yang menjadi fokus utama berada di wilayah utara dan barat Kota Malang. Di wilayah utara, menurutnya kepadatan diprediksi terjadi mulai dari kawasan Graha Kencana hingga Gedung Malang Creative Center (MCC).
Sementara itu, wilayah barat Kota Malang juga menjadi perhatian, khususnya di sekitar kawasan Universitas Brawijaya (UB) yang kerap dilalui kendaraan dari dan menuju Kota Batu maupun wilayah Kabupaten Malang.
“Kami memprediksi banyak masyarakat yang berlibur ke arah Batu lalu kembali ke Kota Malang. Ini tentu akan berdampak pada volume kendaraan yang masuk ke kota,” jelas Agung usai mengikuti pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Semeru 2025 di Balaikota Malang. (fik).






