Hukum  

Polres Bondowoso Perkuat Pengamanan Akhir Tahun Lewat Operasi Lilin Semeru 2025

Polres Bondowoso Perkuat Pengamanan Akhir Tahun Lewat Operasi Lilin Semeru 2025
Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono usai apel Operasi Lilin Semeru 2025,. oto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID — Polres Bondowoso menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 di halaman Mapolres, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan pengamanan Natal 2025 dan tahun baru 2026.

Dalam apel tersebut, Polres Bondowoso mencatat sejumlah capaian positif sepanjang tahun 2025 berkat sinergi dan kolaborasi bersama Forkopimda serta seluruh instansi terkait dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat.

Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono menyampaikan, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024. Apel ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Bondowoso dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama libur akhir tahun.

“Jumlah kecelakaan turun 43,98 persen, dari 523 kejadian menjadi 293 kejadian. Korban meninggal dunia juga menurun dari 97 orang menjadi 74 orang. Ini menunjukkan upaya pencegahan, edukasi, serta penegakan hukum mulai memberikan dampak positif,” ujarnya.

Di sisi lain penindakan pelanggaran lalu lintas justru mengalami peningkatan. “Penegakan hukum tetap kami tingkatkan, termasuk penindakan tilang, teguran presisi, serta penertiban knalpot brong dan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, demi menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib,” tegas Kapolres.

Ia juga menjelaskan pada bidang pemberantasan narkoba, Polres Bondowoso sepanjang tahun 2025 berhasil mengungkap 67 kasus dengan 84 tersangka.

“Sebagian besar narkotika dan obat berbahaya berasal dari luar daerah dan diedarkan di Bondowoso. Para pelaku kami jerat dengan undang-undang yang berlaku dengan ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara,” jelas AKBP Harto.

Sementara itu, pada bidang reserse kriminal, Polres Bondowoso mencatat penyelesaian perkara 100 persen untuk sejumlah kasus menonjol, seperti KDRT, penganiayaan berat, dan pencurian. Namun demikian, kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi perhatian serius.

“Kami mengimbau para orang tua agar lebih aktif memantau aktivitas putra-putrinya. Banyak kejadian terjadi pada siang hari dan pelaku merupakan orang yang dikenal korban,” ungkapnya.

Pihaknya, menambahkan bahwa sebagai langkah pencegahan, kepolisian terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta berkolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap pada tahun 2026 angka kasus dapat menurun. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, penegakan hukum, serta langkah preventif demi mewujudkan Bondowoso yang aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.(rif/syn)