Batu, Memo X.co.id
Rombongan anggota DPRD, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdangan (Diskopdag) dan Dinas Ketahan Pangan Kota Batu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kota Batu, Jumat (17/5/2019) siang. Hasilnya sidak, tim menemukan areal kumuh yang tak terpakai, tepatnya di selatan belakang Pasar Batu.
Padahal pasar induk merupakan tumpuan roda perputaran jual beli terbesar di Kota Batu, tapi tak bisa dimaksimalkan dengan baik. Saat sidak, pasar bagian selatan sejauh ini belum difungsikan. Imbasnya banyak pedagang yang membuang sampah di areal itu dan membangun beberapa rumah semi permanen.
“Eman-eman, padahal lahan milik pemkot. Jadi ya dibuat tempat sampah dan rumah semi permanen. Seperti tak terawat terkesan kumuh,” keluh Ketua Komisi A DPRD Kota Batu Sudiono. Dia berharap pemkot melalui dinas terkait merawat dan memberi batas pagar agar diketahui tanah tersebut milik pemerintah.
” Ya biar tau masyarakat, jadi tidak ada gejolak dikemudian hari. Intinya segera dimanfaatkan,” tambah politisi Partai PKB ini. Dinas terkait dalam hal ini, diskoumdag dan disperum segera membangun fasilitas di areal tersebut. Misalnya, untuk parkiran kendaraan, penambahan tempat ibadah, toilet.
“Tapi dinas seyogyannya mengkaji dulu apa saja pembangunan yang dibutuhkan oleh pedagang dan dijadikan prioritas. Harapan semua pasti sama agar pasar jauh lebih baik dan mendukung perputaran jual beli agar semakin meningkat,” urainya.
Kalau harapan pedagang, lanjut Sudiono, agar pasar bisa kembali menapaki kejayaan seperti tahun 90an dan bersaing dengan Pasar Karang Ploso serta Pasar Mantung Pujon Kabupaten Malang. “Setelah tahap dua pasar dirampungkan, kami meminta dinas segera mengurus lahan itu, supaya bisa difungsikan. Bisa juga kantor UPT Pasar Besar dipindah disitu jadi ada pembangunan lagi tidak masalah,” ujarnya.
Salah satu pedagang Adi Buluk sangat mengapresiasi ide dari anggota dewan, menurutnya dengan pembersihan dan pembangunan di areal yang nampak kumuh tersebut bisa menggairahkan roda perekonomian dan jual beli semakin meningkat.
“Dengan fasilitas yang memadai bisa menarik pembeli lebih banyak. Jadikan dagangan kita bisa lebih laku,” harapnya. Menanggapi hal tersebut, Kadiskoumdag Kota Batu Eko Suhartono menjelaskan, memang dirinya sudah mempersiapkan apa yang menjadi usulan pedagang dan anggota dewan.
” Waktu dekat ini kami bakal membongkar dan memperbaiki lahan yang memiliki luas 20 meter dengan panjang 96 meter untuk kantor upt dan parkir kendaraan,” ujar Eko, Minggu (19/5/2019) siang. ” Nanti kalau sudah selesai tahap dua pembangunan pasar. Kan dikebut tahun ini pembangunannya, baru areal itu yang kami perbaiki,” tutupnya. (lih/man)






