Kota Malang, Memox.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, bersama dengan Pemerintah (Pemkot) Malang dan jajaran Forkopimda Kota Malang menggelar rapat Paripurna untuk menyambut HUT ke-107 Kota Malang.
Dalam Pelaksanaan Paripurna ini dibuka dengan adanya gelaran tari topeng khas Malang, disertai pembacaan sejarah berdirinya Kota Malang. Tak luput setiap orang yang hadir menggunakan pakaian khas Malang menunjukkan suasana tempo dulu yang kental.
Tentunya karena masih berada di Masa Pandemi covid-19, kegiatan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan tema ‘Peduli dan Berbagi’ bisa menjadi komitmen masyarakat untuk saling menguatkan utamanya disaat pandemi covid-19 kali ini.
“Peringatan itu ambil tema peduli dan berbagi. Peduli dan berbagi jadi komitmen semua, mengandung makna agar seluruh elemen masyarakat memiliki rasa berbagi, peduli dan saling menguatkan,” ujarnya, Rabu (31/3/2021).
Lebih lanjut, Capaian Pembangunan Kota Malang telah berada di peringkat kedua tertinggi se-Jawa Timur setelah Surabaya. Dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai angka di 81,32 persen.
“Angka harapan hidup, komitmen kesehatan bagus, variabel ketiga, income per kapita, terus didorong gmna income per kapita, gini ratio pelan semakin menipis, angka kemiskinan, ada upaya-upaya kemiskinan di kota malang semakin hari semakin kuatkan dan kedalaman kemiskinan harus didangkalkan setiap hari,” imbuhnya.
Untuk tingkat pengangguran di Kota Malang sendiri sejak tahun 2018 hingga 2019 telah mengalami penurunan namun karena di tahun 2020 awal pandemi terjadi mengakibatkan ada peningkatan yang cukup signifikan.
“Angka 2018 jadi 6,5 persen 2019 jadi 5,88 persen, janya kita kontraksi pandemi 2020 naik jadi 9,63 persen,” terangnya.
Guna mengatasi permasalahan yang dihadapi di masa Pandemi ini, salah satu langkah yang dilakukan dengan mendorong pertumbuhan UMKM serta memberdayakan usaha Mikro yang ada di Kota Malang.
Menurut Sutiaji, upaya untuk melancarkan pertumbuhan UMKM dengan memberikan edukasi terkait digitalisasi, Demokrasi dan keutuhan NKRI.
“Ke depan saya berharap, apa yang sudah terjalin mampu dipertahankan Kota Malang semakin tumbuh sesuai diharapkan masyarakat, jadi amal kebajikan semua,” harap dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika mengungkapkan rasa syukur sebasar-besarnya karena pada Tahun 2021 kali ini bisa menggelar rapat paripurna guna menyambut hari jadi Kota Malang tepatnya pada Kamis 1 April 2021 besok.
Sebab pada tahun 2020 yang lalu Kegiatan serupa ini tidak bisa dilakukan karena berada pada awal munculnya Pandemi covid-19.
“Kita ketahui bersama pada 31 maret tahun lalu adalah kota malang awal-awal melaksanakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pandemi covid dan kami merasa bersyukur pada tahun ini kami bisa melaksanakan dibawah protokol Covid-19 yang sangat ketat sehingga kita bisa bersyukur,” terangnya.
Kali ini dikatakan Kota Malang sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan berkaitan dengan kasus konfirmasi positif pandemi covid-19. Dengan adanya tren penurunan ini menjadi berkah tersendiri untuk bumi Arema yang akan bertambah umur.
“Ini merupakan bagian dari wujud syukur kita karena Kota Malang atas nama warga Kota Malang ini adalah sebagai bagian pada rasa syukur kita berangsur-berangsur kita sudah mulai terbebas dari Covid-19 semoga tren ini akan selalu menurun. Sehingga semua bisa kembali seperti semula,” ujarnya.
Melalui tema ‘Peduli dan Berbagi’ HUT Kota Malang ke-107 ini diharapkan bisa meningkatkan semangat gotong royong warga Kota Malang agar bisa bersama-sama saling membantu untuk kembali pulih.
“Peduli dan berbagi itu kita kuatkan ya dan kita harapkan kota malang bisa segera pulih dari Covid-19 dan perekonomian,” tuturnya. (gab/man)






