Warga Klanderan Temukan Cagar Budaya Berupa Kepala Kala

Temuan benda cagar budaya di Desa Klenderan, Kecamatan Plosoklaten.

Kediri, Memox.co.id – Warga Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten menemukan batu kepala kala saat membersihkan sungai, diduga batu tersebut merupakan peninggalan periode Jawa Tengah.

Sebuah batu andesit berupa kepala kala, pertama kali ditemukan Cahyo Umar Guritno, warga Desa Klanderan. Ia menerangkan ketika membersihkan sungai, menemukan batu tersebut. “Saat hendak bersih sungai saya tidak sengaja melihat batu itu,” terang Cahyo.

Kepala kala tersebut memiliki panjang kepala 60 centimeter, lebar 23 centimeter, dan tinggi 26 centimeter. Sedangkan, ketebalan kepala batu 13 centimeter. Saat ini batu kepala kala diamankan di rumah warga.

Tidak jauh dari lokasi temuan kepala kala juga ditemukan artefak berupa kendi susu yang diperkirakan peninggalan era Majapahit, serpihan keramik diduga dari Cina dan Indocina antara abad 12 hingga abad 18, serta uang koin kuno.

Dengan temuan tersebut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri masih melakukan penelitian dan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur untuk mengetahui pasti keaslian dan mengetahui periodesasi benda tersebut.

Eko Priyatno, Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri mengatakan, atas benda bersejarah itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, untuk mengetahui pasti keaslian dan mengetahui periodisasi benda tersebut.

“Bila melihat dugaan awal kami, benda itu ialah kepala kala. Bila melihat design atau gaya dari arca kepala kala tersebut mengarah pada gaya Jawa Tengah. Gaya-gaya seperti ini populer pada abad 8 –
abad 11,” ujarnya.

“Kalau kala ini dalam simbolisme agama Hindu sebagai penolak bala, ditempatkan diambang pintu jadi kalau kita masuk ruangan berada di atas. Penolak bala ini kan dipercaya sebagai penangkal sifat buruk manusia dalam sebuah bangunan suci,” jelasnya. (mid/im)