Berita  

Untuk Kali Pertama, Rektor IBU Rangkul 4 Organisasi Jurnalis Talk Show Bersama

TALK SHOW: Rekor IBU Malang, Nurcholis Sunuyeko saat pimpin talk show bersama 4 organisasi jurnalis Malang Raya.

Kota Malang, Memox.co.id – Rekor IBU Malang, Nurcholis Sunuyeko melakukan talk show bersama Ketua Organisasi kewartawanan (Jurnalistik) di Malang Raya, bertempat di Kampus C IBU, Jalan Citandui, No.46, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (21/08/2021).

Kegiatan yang kali pertama ini diikuti Ketua Organisasi kewartawanan tersebut, yakni Cahyono, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, M Zainudin sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Sekretaris Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Arief Masbuhin, dan Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, Darmono.

Dalam acara tersebut Nurcholish berdialog tentang adanya pandemi Covid-19 yang peran jurnalistik untuk mengajak masyarakat ikut mewujudkan pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan.

Baca juga: Wali Kota Malang Dorong OPD Belanja 40 Persen Produk UMKM Lokal

Sebab, di tengah Pandemi Covid-19 jurnalis memiliki peran vital dalam menyebarkan informasi penting tentang Covid-19, dikarenakan banyak sekali sektor yang terpengaruh akibat pandemi ini, tidak hanya kesehatan tapi juga salah satunya adalah sektor ekonomi.

“Apalagi, di zaman kemerdekaan seperti ini, kemerdekaan jurnalis masih masuk dalam tanda kutip. Banyak jurnalis yang bebas dan merdeka dalam berekspresi, tapi dalam melakukan publikasi ada pembatasan,” tegas Nurcholish.

KAMPUS C IBU: Kegiatan talk show yang digelar di Kampus C IBU, Jalan Citandui, No.46.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono langsung menjawab jika peran jurnalis saat ini masih dibatasi dengan perundangan-undangan, itu yang membuat kemerdekaan jurnalis masih belum terlaksana. “Kita mau berkaya gimana lagi, jika terlalu frontal kita akan dikenakan UU ITE,” akunya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PFI Malang, Darmono mengaku jika dirinya saat ini selalu bebas dan merdeka dalam berekspresi, tapi dalam melakukan publikasi ada pembatasan.

“Disinilah peran Dewan Pers untuk ikut andil dalam menjaga dan menciptakan kemerdekaan jurnalis/pers, serta menjaga keseimbangan agar tidak terjadi gejolak sosial dan tetap menciptakan situasi yang kondusif,” terangnya. (tim)